Menu

Mode Gelap
Amsakar Kukuhkan 50 Paskibraka Batam, Tekankan Disiplin dan Nilai Pancasila Jukir Dan 136 Orang Terangkut Tim Bareskrim Polri Grebek Jekpot Nagoya Game Zona dan Kasino 2 Purnawirawan TNI Desak Prabowo Copot Kapolri, Sebut Kasus Roy Suryo ‘Dagelan Hukum’ Bareskrim dan Polda Kepri Grebek Kasino Hollywood Batam, Ratusan Orang Diamankan Mabes Polri Gerebek Nagoya Game Zone Batam, Gegana Turun Amankan Lokasi Judi Jackpot Bareskrim Polri Turun ke Batam, Arena Gelper Depan Hotel Utama Digerebek

Nusantara

BPJN Aceh Diminta Tak Asal Tutup Jalan Enang-Enang, SEKBER Aceh Relawan Mualem-Dek Fadh: Jangan Lukai Hati Rakyat Gayo!

badge-check


 BPJN Aceh Diminta Tak Asal Tutup Jalan Enang-Enang, SEKBER Aceh Relawan Mualem-Dek Fadh: Jangan Lukai Hati Rakyat Gayo! Perbesar

Askaranews.com. Bener Meriah-Juru Bicara Sekretariat Bersama (SEKBER) Aceh Relawan Pemenangan Mualem-Dek Fadh Provinsi Aceh, Mustafaruddin atau yang akrab disapa Nyak Din, mengkritik rencana penutupan jalur pembukaan jalan di kawasan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Nyak Din menilai langkah tersebut tidak mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Ia menyebut rencana penutupan itu justru melukai hati warga Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang telah bergotong-royong serta mengeluarkan biaya secara swadaya demi membuka akses jalan tersebut.

Inisiatif Warga Setelah Setahun Menunggu

Menurut Nyak Din, pembukaan jalur Enang-Enang merupakan murni hasil inisiatif masyarakat yang dilakukan melalui donasi dan kerja bersama. Jalan tersebut dibuka karena kebutuhan akses transportasi yang semakin mendesak, terutama setelah wilayah itu terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

“Ini menyangkut kebutuhan akses yang sangat mendesak. Sudah hampir setahun kondisi ini dibiarkan pascabencana. Kemana saja BPJN selama ini? Seharusnya negara hadir ketika masyarakat membutuhkan akses,” ujar Nyak Din.

Ia mengatakan, karena tidak kunjung mendapat penanganan nyata, masyarakat akhirnya mengambil langkah mandiri agar aktivitas ekonomi, mobilitas warga, dan distribusi logistik antarwilayah tetap berjalan.

Alasan Keamanan Dipertanyakan Warga

Sebelumnya, BPJN Aceh berencana menghentikan penggunaan jalur Enang-Enang dengan alasan faktor keselamatan pascabencana, termasuk kondisi jembatan yang disebut masih mengalami kemiringan. Sebagai alternatif, masyarakat diarahkan menggunakan jalur Werlah.

Namun, keputusan tersebut mendapat penolakan dari warga. Masyarakat menilai jalur alternatif Werlah memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi serta kurang efektif dibandingkan jalur Enang-Enang yang telah dibuka secara swadaya.

Nyak Din menyayangkan sikap BPJN Aceh yang dinilai baru mengambil tindakan ketika pembangunan jalan hasil gotong royong masyarakat hampir selesai.

“Jangan ketika jalan hampir siap, lalu dihentikan dengan alasan keamanan. Bila melewati jalur Werlah dengan alasan keamanan, apakah BPJN bisa menjamin keselamatan warga yang melintas lewat jalur ini akan benar-benar aman ?. Ini akses yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Pemerintah seharusnya hadir memberikan solusi, bukan hanya melakukan penutupan,” tegasnya.

Menurut Nyak Din, apabila terdapat persoalan teknis seperti kondisi jembatan, maka pemerintah melalui BPJN Aceh memiliki kewajiban untuk melakukan perbaikan menggunakan anggaran negara.

“Seharusnya BPJN melanjutkan pembangunan ini agar jalan tersebut benar-benar aman dan layak digunakan secara resmi. Jangan sampai masyarakat merasa perjuangan mereka diabaikan,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat melalui BPJN Aceh menghargai usaha masyarakat yang telah bergotong-royong membuka akses publik tersebut.

“Lanjutkan pembangunan ini agar rakyat tahu bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat saat mereka sedang mengalami kesulitan,” pungkas Nyak Din. (Red)

Baca Lainnya

Semangat Kemerdekaan, IMPAS Aceh-Jakarta Gelar Bakti Sosial dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Pemulung

15 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, TNI Kerahkan Personel, Hercules, dan KRI Bantu Masyarakat Terdampak

15 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Kawal Moralitas Daerah, BEM STIS Al-Wafa Turun Aksi Desak Penerbitan Perwali dan Tolak LGBT

14 Agustus 2026 - 18:09 WIB

BEM Politeknik Bisnis Digital Indonesia Gelar Diskusi Politik, Dorong Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Kebijakan Publik

13 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Menjelang Hari Damai Aceh 2026, Ketua SODARA Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Dorong Penuntasan MoU Helsinki

13 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Trending di Nusantara