AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Opini

INDONESIA NEGERI BERACUN

badge-check


 INDONESIA NEGERI BERACUN Perbesar

Oleh : Yudi Latif

Entah sejak kapan Indonesia begitu akrab dengan racun. Racun tak lagi sekadar zat kimia, tetapi hadir di piring, mengepul dari hutan, mengalir dalam air, bertebaran di udara, menyala di layar ponsel, hingga bersembunyi di meja kekuasaan.

Racun makanan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulia tujuannya dapat kehilangan makna ketika perencanaan tak matang, pelaksanaan tak siap, dan pengawasan lengah. Anak-anak membutuhkan gizi, bukan risiko akibat tata kelola yang terburu-buru. Niat baik bukan pengganti persiapan yang baik.

Racun asap. Kebakaran hutan dan lahan berskala masif mengubah pepohonan menjadi abu dan langit menjadi ancaman kesehatan. Rakyat menghirup asap, meski bukan mereka yang menyalakan api. Masker dibagikan, imbauan diumumkan, tetapi akar masalah menuntut lebih dari sekadar penanganan darurat: pencegahan, perlindungan hutan, dan penegakan hukum.

Racun air dan udara. Pencemaran membuat kebutuhan paling mendasar berubah menjadi ancaman. Sungai diracuni limbah, udara dikotori emisi, sementara masyarakat kecil sering paling sulit menghindar. Alam dieksploitasi demi keuntungan, rakyat menanggung akibatnya. Apa gunanya pembangunan jika untuk hidup sehat saja manusia harus berjuang?

Racun judi online. Harapan cepat kaya berubah menjadi lingkaran utang, kebohongan, dan kehancuran keluarga. Kemiskinan dijadikan celah, kecanduan menjadi perangkap, dan kesengsaraan manusia menjadi ladang keuntungan.

Racun korupsi. Uang publik diselewengkan, pelayanan kehilangan mutu, dan kepercayaan terkikis. Mereka yang diberi amanah mengurus kepentingan rakyat justru dapat menjadi penyebab hilangnya hak rakyat. Korupsi bukan sekadar pencurian uang, melainkan perampasan kesempatan dan masa depan.

Racun pembiaran. Tragedi datang, rakyat marah, pejabat berjanji, berita berganti, lalu semuanya terlupakan. Kesalahan berulang karena tanggung jawab lebih mudah dihindari daripada ditunaikan. Inilah racun yang membuat keburukan perlahan dianggap kewajaran.

Lantas, pertanda apakah semua ini?

Barangkali bukan pertanda kehancuran yang tak terelakkan, melainkan peringatan bahwa ada yang keliru dalam cara kita mengelola kehidupan. Niat baik tanpa perencanaan, kekayaan tanpa tanggung jawab, dan kekuasaan tanpa integritas dapat berubah menjadi racun bagi bangsa sendiri.

Setiap racun membutuhkan penawar: makanan yang aman, hutan yang terlindungi, air dan udara yang bersih, masyarakat yang terbebas dari jerat perjudian, serta kekuasaan yang tunduk pada hukum.

Sebab, kebesaran bangsa bukan diukur dari megahnya slogan, melainkan dari keselamatan rakyatnya.

Dan racun paling berbahaya bukanlah yang masuk melalui mulut atau hidung, melainkan yang meracuni nurani—ketika kesalahan terus berulang, korban terus berjatuhan, tetapi tak seorang pun merasa sungguh-sungguh bertanggung jawab.

Indonesia tidak kekurangan janji tentang masa depan. Indonesia membutuhkan keberanian untuk berhenti meracuni masa depannya sendiri.

Baca Lainnya

Memutus Mata Rantai Narkoba Di Batam: Penangkapan Saja Tidak Cukup, Diperlukan Revolusi Akhlak dan Gerakan Seluruh elemen masyarakat

19 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Sebelas Tahun Kasus Korupsi Denny Indrayana Menggantung Di Pohon Impunitas

11 Oktober 2026 - 13:55 WIB

PUTUSAN MK DAN BENANG KUSUT ADMINISTRASI NEGARA

6 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Rocky Gerung: Dari Kritik Ke Kekuasaan, Prabowo Membalik Meja

4 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Piring Makan Siang vs Papan Tulis: Ke Mana Sebenarnya Dana Pendidikan Mengalir?

4 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Trending di Opini