AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Dunia

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

badge-check


 AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-Kehadiran armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Timur Tengah berpotensi meningkat menjadi lebih dari 24 kapal. Penambahan tersebut diperkirakan terjadi setelah satu gugus tempur kapal induk tambahan bergerak menuju kawasan itu dari wilayah Pasifik.

Laporan Wall Street Journal, berdasarkan perhitungan surat kabar tersebut, menyebut AS saat ini menempatkan sekitar 20 kapal di Timur Tengah.

Washington juga mengerahkan dua gugus tempur kapal induk di kawasan tersebut, sementara satu gugus tempur lainnya masih dalam perjalanan.

Jika seluruh armada tambahan tiba dan tidak ada kapal yang meninggalkan kawasan untuk menjalani rotasi rutin, jumlah kapal perang AS di Timur Tengah dapat melampaui 24 unit.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah ketiga gugus tempur kapal induk itu akan tetap berada di kawasan secara bersamaan. Jumlah akhir armada juga bergantung pada pergerakan kapal yang sedang bertugas maupun yang menjalani rotasi.

Penambahan kapal perang tersebut berpotensi memperluas kapasitas operasional militer AS di Timur Tengah.

Dengan dukungan gugus tempur kapal induk dan satu unit Korps Marinir, Angkatan Laut AS memiliki lebih banyak aset untuk mendukung operasi berkelanjutan di kawasan.

Namun, pengerahan armada tambahan tidak dengan sendirinya memastikan bahwa operasi militer tertentu akan dilakukan.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan komando militer AS dan situasi keamanan regional. (Red)

Baca Lainnya

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

23 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

11 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Trending di Dunia