BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan Lepas Kontingen Karimun, Endipat Wijaya Siapkan Bonus untuk Atlet yang Berprestasi Reses di Karimun, Endipat Wijaya Perjuangkan Pendidikan hingga Ambulance Gratis Sekda Firmansyah: Mubaligh Berperan Penting Menjaga Persatuan dan Menangkal Hoaks Pemprov Kepri dan Lima Daerah Bersinergi, Siapkan 171 ASN Jadi Komponen Cadangan Pemprov Kepri Hibahkan Barang dan Kendaraan untuk Lembaga Nirlaba Sosial Kemasyarakatan, Gubernur: “Ini Wujud Komitmen Pemerintah”

Daerah

Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

badge-check


 Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama Perbesar

Askaranews.com. Mimika – Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandim bersama personel Kodim 1710/Mimika merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Prosesi perdamaian yang dipimpin oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dilaksanakan melalui mekanisme adat dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang sebelumnya terlibat konflik. Dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, kedua kubu yang bertikai, yakni kubu Newegalem dan kubu Dang, sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali hidup berdampingan secara damai.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1710/Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menghilangkan rasa dendam, menghormati nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan di lingkungan masyarakat. “Mari kita jaga persaudaraan, hilangkan rasa dendam, hormati nilai-nilai adat yang ada, dan selesaikan setiap persoalan melalui musyawarah demi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan,” ujar Dandim.

Sebagai simbol berakhirnya konflik, dilaksanakan ritual adat panah babi yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pematahan panah oleh Dandim 1710/Mimika bersama Kapolres Mimika. Selanjutnya, kedua kubu menandatangani kesepakatan damai sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengakhiri pertikaian serta menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Perdamaian ini menjadi momentum penting dalam mempererat persatuan, memulihkan keharmonisan sosial, dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Kabupaten Mimika. Diharapkan, kesepakatan yang telah dicapai dapat terus dijaga dan dihormati oleh seluruh pihak, sehingga nilai-nilai persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan tetap terpelihara demi terwujudnya masyarakat Mimika yang rukun, damai, dan sejahtera. (Pendim 1710/Mimika)

Baca Lainnya

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

28 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON

23 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Wagub Nyanyang Sambut Baik Kehadiran Kodam XXV, Perkuat Pertahanan dan Keamanan Wilayah Perbatasan

21 Oktober 2026 - 10:47 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan Resmi Jabat Pangkostrad

19 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Trending di TNI & Polri