Menu

Mode Gelap
Porseni PAUD Batam Jadi Ajang Tumbuhkan Kreativitas Anak Sejak Dini Wagub Nyanyang Tekankan Peningkatan Kinerja BUMD untuk Peningkatan PAD Menikah hingga Putus Sekolah, 19 Siswa Kepri Tak Lulus Wali Kota Tanjungpinang Dorong Penguatan Tata Kelola dan Gerakan Infaq BAZNAS Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemko Tanjungpinang Perkuat Solusi Pengendalian Inflasi Terima Kunjungan KPUD, Wali Kota Lis Dukung Pemutakhiran Data Pemilih dan Partai Politik

Pariwisata

Batam Jadi Kunci, Tanjungpinang dan Bintan Didorong Berkolaborasi Perkuat Pariwisata Kepri

badge-check


					Batam Jadi Kunci, Tanjungpinang dan Bintan Didorong Berkolaborasi Perkuat Pariwisata Kepri Perbesar

Askaranews.com. Batam-Dorongan kolaborasi lintas daerah dalam pengembangan pariwisata Kepulauan Riau semakin menguat. Tanjungpinang dan Bintan disebut tak bisa berjalan sendiri, dan harus menggandeng Batam sebagai pusat kunjungan wisatawan jika tak ingin tertinggal dalam persaingan destinasi.

Isu strategis tersebut mengemuka dalam pertemuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang bersama Forum Industri Tour & Travel Batam di kawasan Batam Center, Selasa (21/4/2026).

Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Muhamad Nazri, mengakui daerahnya masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari aksesibilitas, amenitas hingga atraksi wisata. Karena itu, kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Batam dinilai menjadi langkah realistis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami sadar tidak bisa bekerja sendiri. Dengan keterbatasan yang ada, Tanjungpinang harus berkolaborasi agar bisa masuk dalam itinerary wisata,” ujarnya.

Menurutnya, Batam saat ini menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Tren peningkatan kunjungan tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi Tanjungpinang dan Bintan untuk ikut menikmati dampak ekonomi sektor pariwisata.

amun demikian, pelaku industri menegaskan bahwa kolaborasi harus dibarengi pembenahan di lapangan. Ketua IPI Kepri, Tatik Manikowati, menyoroti sejumlah kendala yang masih dikeluhkan wisatawan, seperti akses menuju Pulau Penyengat hingga regulasi transportasi lokal.

“Kami siap mempromosikan, tapi harus ada perbaikan. Kalau wisatawan tidak nyaman, tentu paketnya tidak akan kami jual,” tegasnya.

Senada, Founder ASPABRI, Surya Wijaya, menilai posisi Batam sebagai hub wisata tidak bisa diabaikan. Ia menekankan pentingnya sinergi ketimbang persaingan antar daerah.

“Batam adalah sentral kunjungan wisatawan. Kalau tidak berkolaborasi, Tanjungpinang dan Bintan akan semakin tertinggal,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Disbudpar Tanjungpinang juga memaparkan sejumlah program pengembangan destinasi.

Pelaku industri travel di Batam menyatakan kesiapan untuk mendukung sekaligus memberi masukan agar program yang dijalankan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Kolaborasi antara Batam, Tanjungpinang, dan Bintan dinilai menjadi kunci memperkuat daya saing pariwisata Kepulauan Riau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketatnya persaingan destinasi wisata, baik di tingkat nasional maupun regional.

Baca Lainnya

Pulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan 

20 April 2026 - 11:41 WIB

Museum dan Monumen Tugu Bahasa Dinilai Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Sejarah

10 April 2026 - 12:25 WIB

Juni 2026, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat

10 April 2026 - 12:22 WIB

Staycation Puas 24 Jam di Batam? Ini Kesempatan Terakhirnya!

9 April 2026 - 04:41 WIB

Bule Asal Inggris Terpincut Bermain Gasing dan Egrang di Arena Bintan Jong Race Festival 2026

4 April 2026 - 14:10 WIB

Trending di Lainnya