Menu

Mode Gelap
Pengukuhan Pengurus PERBASI Tanjungpinang 2026–2030, Pemko Tanjungpinang Komitmen Dukung Kemajuan Olahraga Festival Penyengat Heritage 2026 Satukan Tiga Negara, 200 Jong Hidupkan Wisata Maritim Kepri BNN Tanjungpinang Gaungkan Hidup Sehat Lawan Narkoba Polsek Belakang Padang dan Dishub Tertibkan Parkir di Pelabuhan Kuning MW KAHMI dan MW FORHATI Kepri Gelar Sunat Massal Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kepedulian Kepada Masyarakat Polemik MBG di Kota Batam: Jangan Jadikan Anak sebagai Alat Tarik-Menarik Kepentingan

Kepri

Pulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan 

badge-check


 Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan. Perbesar

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan.

Askaranews.com. KEPRI-Pulau Penyengat terus menunjukkan perannya sebagai destinasi strategis berbasis sejarah, budaya, dan religi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai miniatur kejayaan peradaban Melayu-Islam, Pulau Penyengat memiliki nilai historis tinggi, termasuk sebagai pusat lahirnya tata bahasa Melayu yang menjadi dasar Bahasa Indonesia melalui karya tokoh besar Raja Ali Haji. Selain itu, kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata halal unggulan.

Sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029, pembangunan sektor pariwisata diarahkan pada konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan melalui pendekatan pariwisata regeneratif.

Konsep ini menekankan pentingnya keberlanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Presiden RI Prabowo Subianto juga menginstruksikan implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) serta Gerakan Wisata Bersih (GWB) sebagai upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata di seluruh daerah.

Dalam mendukung instruksi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Gubernur H. Ansar Ahmad terus melakukan revitalisasi kawasan Pulau Penyengat secara masif. Berbagai pembangunan telah dilakukan, mulai dari penataan jalan kawasan, perbaikan drainase, pemasangan lampu penerangan, penataan objek wisata, penyediaan fasilitas umum seperti toilet, hingga pengelolaan sampah.

Revitalisasi kawasan Pulau Penyengat secara masif dan pendekatan pariwisata regenaratif dengan melibatkan masyarakat menjadi kunci dalam pengembangan wisata pulau berjuluk Indera Sakti ini. Nampak wajah kawasan Balai Adat Pulau Penyengat yang telah direvitalisasi Pemprov Kepri.

Tak hanya itu, pengembangan sektor pariwisata juga melibatkan masyarakat melalui penguatan UMKM, pengelolaan homestay, serta berbagai atraksi wisata berbasis budaya lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata.

“Pulau Penyengat bukan hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya dan religi,” ujarnya.

Hasan menambahkan bahwa pendekatan pariwisata regeneratif menjadi kunci dalam pengembangan Pulau Penyengat ke depan.

“Konsep pariwisata regeneratif ini menekankan bahwa pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu memperbaiki lingkungan, sosial, dan budaya dengan melibatkan masyarakat secara aktif,” jelasnya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Selama periode Januari hingga Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat tercatat mencapai sekitar 6.200 orang, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, khususnya dari Malaysia, Singapura, Eropa, serta wilayah Nusantara, terutama pada momentum libur nasional dan Hari Raya Idulfitri.

Menurut Hasan, meningkatnya jumlah kunjungan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan UMKM, homestay, serta berbagai layanan wisata lainnya,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang juga terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM dan pengelola homestay agar mampu memberikan layanan yang berkualitas kepada wisatawan.

Upaya pengembangan pariwisata di Pulau Penyengat telah menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan.

“Wisatawan akan tertarik dan kembali berkunjung apabila destinasi wisata tersebut bersih, nyaman, dan ramah. Karena itu, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga Pulau Penyengat,” tambah Hasan.

Ke depan, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan di Pulau Penyengat, termasuk rencana pembangunan monumen bahasa, peningkatan akses penerangan jalan, serta revitalisasi lanjutan Balai Adat sebagai destinasi wisata baru.

Hasan menyebutkan bahwa pembangunan monumen bahasa dan museum akan menjadi daya tarik baru sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Pembangunan monumen bahasa ini akan menjadi ikon baru yang tidak hanya memperkuat identitas sejarah, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai religius yang dimiliki, Pulau Penyengat diharapkan mampu menjadi jembatan lintas generasi dalam memperkenalkan kejayaan peradaban Melayu-Islam sekaligus menjadi pusat edukasi budaya dan sejarah bagi generasi masa kini dan mendata

Baca Lainnya

MW KAHMI dan MW FORHATI Kepri Gelar Sunat Massal Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kepedulian Kepada Masyarakat

21 Juni 2026 - 07:08 WIB

Sekdaprov Misni: “Pariwisata Salah Satu Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi Daerah”

20 Juni 2026 - 17:06 WIB

Pemprov Kepri dan Kemenpar RI Perkuat Sinergi Penataan Kawasan Gurindam 12

20 Juni 2026 - 16:57 WIB

Gubernur Ansar Bahas Penguatan Tata Kelola dan Pengawasan Pembangunan Bersama BPKP Kepri

19 Juni 2026 - 16:38 WIB

Kota Tanjungpinang Tuan Rumah MTQ XII Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026

19 Juni 2026 - 16:30 WIB

Trending di Kepri