Menu

Mode Gelap
Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani

Nasional

Amirul Khalish Manik, Semua Pihak Agar Objektif Melihat Pernyataan Mantan Wapres JK Secara Bijak

badge-check


 Amirul Khalish Manik, Semua Pihak Agar Objektif Melihat Pernyataan Mantan Wapres JK Secara Bijak Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-Tokoh Pemuda Nasional Asal Kepulauan Riau, Amirul Khalish Manik, berharap kepada semua pihak agar lebih objektif dan bijak dalam menanggapi isi ceramah diskusi Mantan Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla yang berlangsung di Masjid UGM Yogyakarta beberapa waktu lalu.

JK dalam kapasitasnya sebagai narasumber menyampaikan berbagai upaya pemerintah dalam menangani berbagai konflik yang terjadi di beberapa daerah yang pada waktu lalu, konflik itu terjadi karena adanya provokasi yang diboncengi isu-isu agama, sehingga konflik SARA yang terjadi di Poso dan Ambon menelan korban jiwa dan harta benda.

Hal ini disampaikan Amirul Khalish Manik yang Ketua Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI), di Jakarta saat dicegat oleh awak media terkait maraknya laporan sekelompok masyarakat yang tidak terima dengan ucapan dan pernyataan JK terkait agama tertentu, hingga akhirnya mereka melaporkan ke Polda Metro Jaya maupun Polda Sumatera Utara.

“Mari cermati konteks ucapan yang di sampaikan mantan Wapres kita Bapak Jusuf Kalla secara objektif dan bijak, sehingga tidak menimbulkan tafsir yang berisi narasi dan diksi berbau agama. Ucapan JK dalam video yang disampaikan sangat terang dan jelas, bahwa konflik di Poso dan Ambon dilatarbelakangi adanya provokasi pihak tertentu dengan memboncengi isu-isu agama, bahkan JK jelas dan tegas mengatakan, bahwa Islam dan Kristen menolak cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah,” ucap Khalish, Kamis (16/4/2026).

Daftar Kiprah dan Jasa-jasa HM Jusuf Kalla selama ini

Menurut Khalish, fakta yang disampaikan JK merupakan fakta lapangan yang tak terbantahkan, bahwa isu agama menjadi pemicu terjadinya konflik di Poso dan Ambon. Sebagai seorang Negarawan mantan Wapres JK dalam forum diskusi itu mengingatkan seluruh elemen anak bangsa, agar tetap jaga persatuan dalam bingkai persaudaraan kebangsaan dan jangan terhasut berbagai informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Dalam video yang tersaji secara utuh, Pak JK meminta semua anak bangsa, agar tetap kompak dalam berbagai perbedaan dan tidak mudah di provokasi pihak yang hanya mencari untung dari konflik itu, pengalaman empiris di lapangan tergambar bagaimana eskalasi konfliknya cukup kompleks bahkan membawa berbagai doktrin-doktrin agama, tentang mati syahid masuk sorga itu semua omong kosong, kekerasan apalagi saling bunuh sesama anak bangsa di agama manapun itu di larang bahkan tempat merekalah di neraka,”ujar Khalish setelah mendengar cuplikan video JK secara utuh.

Lebih jauh ditegaskan Khalish, adanya upaya-upaya pihak tertentu yang melakukan editing ataupun pemotongan tiap video yang ditampilkan, sehingga tidak utuh lagi narasi satu dengan lainnya, patut di curigai ada agenda apa dibalik motivasi memotong sekaligus menyebarkan konten video pidato JK yang tidak utuh lagi.

“Kami berharap pihak Kepolisian mengusut aktor intelektual yang melakukan proses editing dan pemotongan video pidato pak JK sekaligus menyebar luaskan ke publik, sehingga berpotensi merusak harmoni bangsa yang sudah baik ini menjadi riuh, kami percaya Polri bekerja sangat professional dan ingat kontribusi besar Pak JK bagi keutuhan bangsa ini sejarah sudah mencatatnya sebagai legecy bagi keutuhan bangsa dan negara tercinta,”tegas Khalish.

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur

28 Juli 2026 - 14:38 WIB

Harlah ke-62 PII Wati, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

26 Juli 2026 - 15:33 WIB

Heboh, Kejaksaan Agung Hentikan Pengumpulan Data MBG, Kenapa?

14 Juli 2026 - 05:59 WIB

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolri, Pererat Solidaritas TNI-Polri

13 Juli 2026 - 21:13 WIB

Kenapa Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Cuci Uang, Ini Penyebabnya

13 Juli 2026 - 19:40 WIB

Trending di HuKrim