Menu

Mode Gelap
Kado HUT ke-81 RI: Investasi Batam Tumbuh, Amsakar-Li Claudia Pastikan Lapangan Kerja Terus Bertambah Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI, Amsakar Pimpin Pengibaran dan Li Claudia Penurunan Bendera Amsakar Kukuhkan 50 Paskibraka Batam, Tekankan Disiplin dan Nilai Pancasila Jukir Dan 136 Orang Terangkut Tim Bareskrim Polri Grebek Jekpot Nagoya Game Zona dan Kasino 2 Purnawirawan TNI Desak Prabowo Copot Kapolri, Sebut Kasus Roy Suryo ‘Dagelan Hukum’ Bareskrim dan Polda Kepri Grebek Kasino Hollywood Batam, Ratusan Orang Diamankan

Nusantara

“Rapor Merah Penyelenggaraan Pemilihan BPD dibeberapa Desa di Kota Banjar: Profesionalitas atau Formalitas?”

badge-check


 “Rapor Merah Penyelenggaraan Pemilihan BPD dibeberapa Desa di Kota Banjar: Profesionalitas atau Formalitas?” Perbesar

AskaraNews.Com. Banjar-Pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di sejumlah desa di Kota Banjar menuai kritik tajam. Aktivis mahasiswa Kota Banjar, Sandi M. Putra, menengarai adanya kegagalan sistemik dalam proses tahapan pemilihan yang dinilai jauh dari prinsip demokrasi yang sehat dan edukatif.

 

Dua persoalan utama yang menjadi sorotan adalah minimnya sosialisasi kepada masyarakat serta tingginya biaya politik yang dikeluarkan oleh para calon, yang kini polanya mulai menyerupai pemilihan legislatif (Pileg).

 

Sosialisasi yang Setengah Hati

Menurut Sandi, banyak warga di tingkat akar rumput yang bahkan tidak mengetahui kapan dan bagaimana proses pemilihan BPD di wilayahnya berlangsung. Kurangnya keterbukaan informasi ini dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap hak konstitusi warga desa.

 

“Kami melihat ada kesan tertutup dalam pelaksanaan ini. Sosialisasi tidak masif, sehingga partisipasi masyarakat hanya sebatas formalitas. Padahal, BPD adalah lembaga strategis sebagai penyeimbang kinerja Kepala Desa,” ujar Sandi M. Putra dalam keterangan persnya.

 

Fenomena “Pileg Desa” dan Money Politics

Hal yang paling memprihatinkan, lanjut Sandi, adalah munculnya fenomena di mana para calon anggota BPD rela menggelontorkan uang dalam jumlah fantastis demi meraih kursi. Pola kampanye yang transaksional ini dinilai merusak tatanan demokrasi di level desa.

 

“Sangat ironis, pemilihan BPD yang seharusnya menjadi ajang pengabdian justru berubah menjadi kontestasi ‘adu isi dompet’. Para calon menghabiskan uang layaknya sedang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (DPRD). Ini preseden buruk bagi regenerasi kepemimpinan di Banjar,” tegasnya.

 

Tuntutan Terhadap Pemerintah Kota dan DPMD

Atas temuan tersebut, Sandi mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Banjar serta pihak terkait untuk melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan pemilihan BPD tahun ini.

 

Poin-poin tuntutan yang disampaikan antara lain:

Evaluasi Kinerja Panitia: Meminta transparansi mengenai anggaran sosialisasi yang digunakan oleh panitia pemilihan di tingkat desa.

 

Pengawasan Ketat: Mendorong adanya regulasi atau pengawasan yang mampu menekan politik uang dalam pemilihan lembaga desa.

 

Edukasi Politik: Mengembalikan marwah BPD sebagai lembaga representasi masyarakat, bukan sekadar jabatan yang bisa dibeli.

 

“Jika kondisi ini dibiarkan, maka anggota BPD yang terpilih nantinya bukan mereka yang memiliki kapasitas dan integritas, melainkan mereka yang hanya memiliki modal finansial. Kota Banjar butuh pemimpin desa yang kritis dan solutif, bukan yang sekadar ingin balik modal,” pungkas Sandi.

Baca Lainnya

Semangat Kemerdekaan, IMPAS Aceh-Jakarta Gelar Bakti Sosial dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Pemulung

15 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, TNI Kerahkan Personel, Hercules, dan KRI Bantu Masyarakat Terdampak

15 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Kawal Moralitas Daerah, BEM STIS Al-Wafa Turun Aksi Desak Penerbitan Perwali dan Tolak LGBT

14 Agustus 2026 - 18:09 WIB

BEM Politeknik Bisnis Digital Indonesia Gelar Diskusi Politik, Dorong Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Kebijakan Publik

13 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Menjelang Hari Damai Aceh 2026, Ketua SODARA Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Dorong Penuntasan MoU Helsinki

13 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Trending di Nusantara