Menu

Mode Gelap
Erlita Tindaklanjuti Arahan Pusat, Tata Kelola PKK hingga Posyandu dan Dekranasda Diperkuat Lis Minta Rembuk Pemuda Kepri Tak Terjebak Rutinitas, Dorong Inovasi dan Aksi Nyata Wali Kota Lis: RT/RW Bukan Individu, Tapi Perangkat untuk Layani Masyarakat Wali Kota Lis Kukuhkan Pengurus RW se-Kecamatan Tanjungpinang Kota, Perkuat Pelayanan di Tingkat Lingkungan Pasca Isu Nusron Reshuffle Kembali Menguat, Ahmad Doli Kurnia Paling Relevan Jadi Pengganti Setelah Peresmian Lima Kodam Baru, Berlanjut Pelantikan Pangdam di Monas

Kepri

Dekra Business Match 2026, Strategi Dekranasda Kepri Buka Akses Pasar dan Dorong UMKM Naik Kelas

badge-check


 Ketua Dekranasda Provinsi Kepri, H Dewi Kumalasari Ansar bersama peserta Dekra Business Match 2026 digelar di Hall Gedung Dekranasda Kepri, Tanjungpinang, Minggu (20/9/2026). Perbesar

Ketua Dekranasda Provinsi Kepri, H Dewi Kumalasari Ansar bersama peserta Dekra Business Match 2026 digelar di Hall Gedung Dekranasda Kepri, Tanjungpinang, Minggu (20/9/2026).

Askaranews.com. Dompak-Penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif membutuhkan lebih dari sekadar produk berkualitas. Akses pasar, jejaring bisnis, pendampingan, serta pemahaman terhadap kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam mendorong pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan.

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus pelaksanaan Dekra Business Match 2026 yang dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau Hj. Dewi Kumalasari Ansar di Hall Gedung Dekranasda Kepri, Tanjungpinang, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang merupakan rangkaian Dekrafest Tahun 2026 tersebut mempertemukan perajin, pelaku UMKM, pegiat ekonomi kreatif, resort, gallery dan designer dalam satu ruang untuk membangun relasi serta menjajaki peluang kerja sama.

Melalui konsep business matching, Dekranasda berupaya membuka kesempatan bagi produk-produk UMKM Kepulauan Riau agar dapat lebih dikenal oleh mitra usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dewi Ansar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak dirancang sekadar sebagai agenda pertemuan, melainkan sebagai jembatan antara potensi pelaku UMKM dan kebutuhan industri.

“Kami ingin membuka ruang yang lebih besar bagi para pelaku UMKM untuk mengenalkan produk, memahami kebutuhan pasar, menerima masukan dari para pelaku industri, sekaligus membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Mempertemukan Potensi dan Kebutuhan Pasar

Dalam pengembangan usaha, pelaku UMKM menghadapi kebutuhan untuk menyesuaikan produk dengan permintaan pasar. Karena itu, interaksi langsung dengan mitra usaha menjadi ruang untuk memperoleh masukan sekaligus mengenali peluang pengembangan produk.

Dewi menegaskan, UMKM membutuhkan dukungan yang lebih luas agar dapat meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.

“Kami percaya, UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. UMKM juga membutuhkan akses pasar, jaringan, pendampingan, standar kualitas, serta mitra yang dapat membuka peluang untuk berkembang lebih jauh,” jelasnya.

Kehadiran perwakilan resort, gallery dan designer dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Resort dan gallery memiliki kebutuhan serta segmen pasar, sementara UMKM menawarkan produk dan kreativitas. Di sisi lain, designer membawa gagasan dan inovasi yang dapat membuka kemungkinan kolaborasi.

“Resorts dan gallery memiliki kebutuhan dan pasar. UMKM memiliki produk, kreativitas dan potensi. Designer memiliki gagasan dan inovasi dan Dekranasda berupaya menjadi jembatan yang mempertemukan semuanya,” katanya.

Mendorong Kerja Sama Berkelanjutan

Dekra Business Match tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mendorong terjalinnya komunikasi yang dapat dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.

Dewi mengajak para pelaku UMKM untuk menjadikan pertemuan tersebut sebagai kesempatan belajar, mendengar masukan dan memahami kebutuhan pasar secara langsung.

Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat berkembang menjadi penjajakan kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi para pihak.

“Kami juga berharap, pertemuan hari ini tidak berhenti setelah acara selesai. Apa yang dibicarakan hari ini dapat dilanjutkan menjadi komunikasi yang lebih konkret, penjajakan kerja sama, hingga pada akhirnya menghasilkan hubungan bisnis yang saling memberikan manfaat,” tutupnya.

(Red)

Baca Lainnya

Malam Puncak Dekrafest Kepri 2026, Angkat Kriya Karya Kepri ke Pasar Lebih Luas

21 September 2026 - 11:10 WIB

PT TUN Medan Batalkan SK 7 Anggota KPID Kepri, Kadis Kominfo: Amar Keputusannya Sedang Dipelajari Biro Hukum

19 September 2026 - 13:53 WIB

Pemprov Kepri Beri Bantuan Rp500 Juta untuk Gempa di Flores,

19 September 2026 - 08:06 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Perkuat Warisan Budaya dan Ekonomi UMKM Kepri

19 September 2026 - 08:00 WIB

Pendapatan Kepri Diproyeksikan Naik Rp82,19 Miliar dalam Perubahan APBD 2026

18 September 2026 - 05:23 WIB

Trending di Kepri