Pemprov Kepri Beri Bantuan Rp500 Juta untuk Gempa di Flores, Gebyar Melayu Pesisir 2026 Perkuat Warisan Budaya dan Ekonomi UMKM Kepri BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling, 8 Rumah Ditertibkan Timdu BP Batam dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Layanan Energi Penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Jelang Hari Santri 2026, Wali Kota Lis Pastikan Dukungan Pemko Tanjungpinang ‘Welcome’ Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Ri Ini Sudah Memasuki Laut Indonesia

Kepri

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Perkuat Warisan Budaya dan Ekonomi UMKM Kepri

badge-check


 Sekdaprov Kepri turut menabuh gendang, membuka penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir 2026 digelar di K Square, Batam, Kamis (17/9/2026). Perbesar

Sekdaprov Kepri turut menabuh gendang, membuka penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir 2026 digelar di K Square, Batam, Kamis (17/9/2026).

Askaranews.com. Dompak-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 yang mengusung tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Kegiatan digelar di K Square, Kamis (17/9/2026), menjadi ruang kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi budaya Melayu sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni dalam sambutannya menyampaikan bahwa karakter geografis Kepri sebagai provinsi kepulauan memberikan keunggulan sekaligus tantangan tersendiri dalam pembangunan ekonomi.

“Kepri memiliki luas wilayah 425.214,72 kilometer persegi yang terdiri dari 2.028 pulau. Sebanyak 98 persen wilayah Kepri merupakan lautan dan 2 persen berupa daratan. Posisi strategis di Selat Malaka memberikan Kepri keunggulan sebagai gerbang investasi, industri, perdagangan, serta destinasi pariwisata internasional,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus diiringi dengan transformasi ekonomi yang mampu menjawab tantangan keterhubungan antarwilayah, persaingan global, perubahan pola konsumsi, serta perkembangan ekonomi digital.

Misni menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas konsistensinya membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir setiap tahun.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kepulauan Riau memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia atas konsistensinya dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong penguatan ekonomi daerah,” katanya.

Ia menegaskan, UMKM merupakan salah satu fondasi penting dalam struktur perekonomian daerah. Karena itu, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelaku usaha, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan produktivitas, kualitas, inovasi, kapasitas manajerial, serta perluasan akses pasar.

Digitalisasi, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam proses tersebut agar UMKM Kepri mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan berkompetisi di pasar yang semakin terbuka.

Kepri juga memiliki keunggulan tersendiri dalam pengembangan UMKM karena kekayaan budaya dan warisan Melayu yang hidup di tengah masyarakat. Wastra, tenun, tudung manto, kuliner, kerajinan, seni, serta berbagai produk kreatif tidak hanya menjadi ekspresi kebudayaan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Pelestarian budaya harus ditempatkan bukan hanya sebagai upaya menjaga identitas, tetapi juga sebagai proses menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual dan kreativitas masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Misni menilai GMP 2026 menjadi ruang kolaborasi strategis karena tidak hanya menghadirkan promosi produk UMKM, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan jejaring bisnis.

Hal tersebut tercermin dari rangkaian Road to GMP yang meliputi kurasi UMKM, onboarding digital, Export Coaching Program, business matching ekspor dan pembiayaan, showcasing UMKM, hingga pelatihan tenun.

“Artinya, kegiatan ini tidak berhenti pada promosi produk, tetapi menyentuh aspek peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring usaha,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Misni juga menekankan pentingnya perluasan digitalisasi sistem pembayaran, termasuk pemanfaatan QRIS. Menurutnya, sistem pembayaran yang mudah, cepat, aman, dan inklusif akan membantu pelaku usaha memperluas jangkauan konsumen sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam bertransaksi.

Ia mengajak masyarakat Kepri untuk memanfaatkan momentum GMP 2026 dengan mendukung UMKM unggulan daerah, membeli produk berkualitas dan kuliner khas Kepri, serta mengikuti berbagai kegiatan dan talkshow yang disediakan.

“Mari pula memanfaatkan kanal pembayaran digital, termasuk QRIS Antarnegara atau cross-border, sebagai bagian dari kesiapan masyarakat Kepri memasuki ekosistem ekonomi regional dan global,” ajaknya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepri berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, lembaga pembiayaan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat.

Dengan kolaborasi tersebut, UMKM Kepri diharapkan semakin naik kelas, berdaya saing, dan mampu menembus pasar domestik maupun internasional. Pada saat yang sama, budaya Melayu diharapkan terus berkembang sebagai sumber inovasi, kreativitas, identitas, serta nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Kepulauan Riau.

Kegiatan GMP 2026 turut dihadiri Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melalui video tapping, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto Purubaskoro, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Turut hadir perwakilan Polda Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepri, Kodaeral IV, Korem 033/WP, BIN Kepri, Pengadilan Tinggi Kepri, Lanud Raja Haji Fisabilillah, pemerintah kabupaten/kota se-Kepri, LAM Kota Batam, OJK Kepri, BNN Kepri, Kanwil Perbendaharaan, Lanud Hang Nadim Batam, Imigrasi Batam, Bea dan Cukai Batam, Kanwil Kemenkum, BPKP Kepri, BP Karimun, BP Bintan, serta para tamu undangan lainnya (Red)

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Beri Bantuan Rp500 Juta untuk Gempa di Flores,

19 September 2026 - 08:06 WIB

Pendapatan Kepri Diproyeksikan Naik Rp82,19 Miliar dalam Perubahan APBD 2026

18 September 2026 - 05:23 WIB

Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal

17 September 2026 - 11:52 WIB

Orientasi 3.481 PPPK Kepri Dimulai, Sekdaprov: PPPK Jadi Tulang Punggung Pemerintahan

16 September 2026 - 16:46 WIB

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen

16 September 2026 - 16:30 WIB

Trending di Kepri