Askaranews.com. Tanjungpinang-Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel CK, Minggu (20/9) malam.
Musda V MUI Kepri yang berlangsung hingga 22 September 2026 tersebut mengusung tema “Perkhidmatan Ulama-Umara yang Berkelanjutan, Memperkuat Moderasi Beragama, dan Harmoni Umat Menuju Kepulauan Riau yang Berkah dan Bermartabat.”
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., unsur Forkopimda Provinsi Kepri, pimpinan MUI Pusat, Ketua Umum MUI Kepri, Dr. KH. Bambang Maryono, M.Pd.I., perwakilan DPRD Provinsi Kepri, serta para ulama dan tokoh agama se-Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan keharmonisan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara ulama dan pemerintah menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
«“Kehadiran MUI sangat strategis untuk selalu berjalan bersisian dan bersinergi bersama pemerintah daerah. Melalui sinergi ulama dan umara yang berkelanjutan, kita dapat memperkuat moderasi beragama, memperkokoh toleransi, serta mewujudkan Provinsi Kepulauan Riau yang berkah, maju, dan bermartabat,” ungkapnya.»
Sementara itu, Wali Kota Lis Darmansyah menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Musda V MUI Kepri. Ia menilai, keberadaan ulama dan peran MUI memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan, khususnya dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musda V MUI Kepri. Sesuai dengan tema yang diusung, hubungan sinergis antara ulama dan umara harus terus dirawat secara berkelanjutan sebagai benteng moral dan salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah,” ujar Lis.
Lis menambahkan, penguatan nilai-nilai keagamaan, moderasi beragama, serta kerukunan antarumat beragama merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan karakter, moral, dan spiritualitas masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas masyarakat. Kami berharap Musda V MUI Kepri ini melahirkan program-program strategis serta kepemimpinan yang mampu terus merawat harmoni umat dan membawa keberkahan bagi Tanjungpinang dan Kepulauan Riau,” sebutnya.
Ia berharap hasil Musda V MUI Kepri dapat semakin memperkuat peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, moderat, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan (Red)





















