Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju” Wali Kota Lis Darmansyah Dorong Penguatan Identitas Produk Lokal dan Perlindungan Kekayaan Intelektual Wawako Raja Ariza: Pelayanan Publik Harus Lebih Mudah, Murah, dan Transparan

Kepulauan Riau

Gubernur Ansar Dampingi JAM-Intel Kejagung Jelajahi Sejarah Pulau Penyengat

badge-check


 Gubernur Ansar Dampingi JAM-Intel Kejagung Jelajahi Sejarah Pulau Penyengat Perbesar

Askaranews.com. Dompak-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendampingi Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Selasa (25/8).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya Melayu, serta potensi pariwisata Pulau Penyengat yang menjadi bagian penting dari identitas Kepulauan Riau.

Rangkaian kunjungan diawali di Balai Adat Indera Perkasa. Di lokasi tersebut, Ansar memperkenalkan sejarah Kesultanan Riau-Lingga, termasuk silsilah Raja Ali Haji, salah satu tokoh penting dalam perkembangan intelektual dan kebudayaan Melayu.

Ansar juga memperlihatkan maket museum dan Monumen Tugu Bahasa Pulau Penyengat. Ia menjelaskan warisan pemikiran Raja Ali Haji melalui karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas, yang menjadi salah satu peninggalan penting dalam perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke kompleks makam Raja Hamidah atau Engku Putri dan makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Rombongan memanjatkan doa sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan perjuangan Raja Ali Haji dalam membangun peradaban serta menjaga identitas budaya Melayu.

Rangkaian kunjungan ditutup di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Di sana, Ansar menjelaskan sejarah pembangunan masjid yang menjadi salah satu ikon Pulau Penyengat, termasuk keunikan arsitektur dan ornamen yang menghiasi bangunan tersebut.

Ansar mengatakan, Pulau Penyengat tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga merupakan bagian penting dari kekayaan budaya dan destinasi wisata Kepulauan Riau.

“Pulau Penyengat ini merupakan salah satu jejak penting kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga. Kita ingin memperkenalkan bahwa Kepri memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan warisan Islam yang sangat kuat, sekaligus memiliki potensi pariwisata yang terus dapat dikembangkan,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, pengenalan sejarah dan budaya Pulau Penyengat menjadi bagian dari upaya memperkuat citranya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Pada saat yang sama, upaya tersebut penting untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi mendatang.

Sementara itu, Reda Manthovani menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang terdapat di Pulau Penyengat. Menurutnya, berbagai peninggalan yang masih terjaga menunjukkan besarnya peran Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah Melayu dan perkembangan peradaban di kawasan tersebut.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Pulau Penyengat secara lebih luas sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan sejarah Kerajaan Melayu, kebudayaan, tradisi intelektual, dan warisan Islam dalam satu kawasan. (Red)

Baca Lainnya

Seluruh Fraksi Setuju, Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kepri Siap Disahkan

26 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Wagub Nyanyang Pantau Pelaksanaan TKA SMA/SMK di Batam, Motivasi Siswa Raih Hasil Terbaik

26 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Lokal, Wagub Nyanyang Resmikan Rumah Budidaya Rumput Laut Sembulang Batam

26 Oktober 2026 - 09:30 WIB

RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030

24 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

24 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Trending di Kepulauan Riau