Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

Tanjungpinang

Beras SPHP dan Minyak Goreng Jadi Buruan Warga di GPM DPPP Tanjungpinang

badge-check


 Beras SPHP dan Minyak Goreng Jadi Buruan Warga di GPM DPPP Tanjungpinang Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang – Beras SPHP dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang di halaman Kantor Dishub Sei Carang, Bintan Center, Kamis (20/8/2026). Sejumlah kebutuhan pokok dijual 10-15 persen di bawah harga pasar.

Kepala DPPP Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan GPM digelar selama dua hari, Kamis dan Jumat (21/8), bertepatan dengan rangkaian HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Jadi selain membantu meringankan beban masyarakat, kita juga memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia,” kata Robert.

Sejumlah komoditas yang paling banyak diminati masyarakat dalam GPM yakni beras SPHP, telur, cabai, gula pasir dan minyak goreng. Komoditas tersebut dijual sekitar 10-15 persen di bawah harga pasar.

“Lima komoditas inilah yang ramai peminatnya, yang selalu dibeli masyarakat,” ujar Robert.

Robert menyebut jumlah komoditas yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika permintaan meningkat, stok akan ditambah.

Untuk stoknya, Bulog menyediakan sekitar dua ton beras dan 2.400 liter minyak goreng. Sementara cabai merah yang dijual berasal dari petani lokal dengan stok sekitar 60 kilogram.

“Selama ini kita punya mitra yang sudah menjadi vendor, di antaranya Bulog, Sari Mart, Gerai Pangan, telur ras dan Adibapok,” tambahnya.

Menurut Robert, pelaksanaan GPM pada pertengahan bulan tetap diperlukan sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi. Namun, kenaikan inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh harga bahan pangan.

“Kalau secara umum, ketahanan pangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kenaikan inflasi pada bulan terakhir Juni-Juli. Dari rilis BPS, yang cukup tinggi itu transportasi dan perhiasan, sementara bahan pokok masih stabil,” sebutnya.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq menyampaikan Bulog ikut berpartisipasi dalam GPM dengan menyediakan beras SPHP sebanyak satu ton dan minyak goreng 600 liter.

Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58 ribu, lebih rendah dari HET Rp65 ribu. Sementara minyak goreng dijual Rp15 ribu, dari HET Rp15.700.

“Yang pasti kita jual beras dan minyak di bawah HET. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Kita lihat kondisinya, kalau animo masyarakat meningkat, nanti kita tambah lagi stok untuk kebutuhan,” kata Arief. (Red)

Baca Lainnya

Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik

26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Wali Kota Lis Darmansyah Dorong Penguatan Identitas Produk Lokal dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

26 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Wawako Raja Ariza: Pelayanan Publik Harus Lebih Mudah, Murah, dan Transparan

26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Sekda Zulhidayat Apresiasi Wonderfood Kepri Fest yang Hidupkan Rimba Jaya

26 Oktober 2026 - 09:57 WIB

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

25 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Trending di Jawa Barat