Menu

Mode Gelap
Dorong Percepatan Investasi, BP Batam Perkuat Tata Kelola Pertanahan melalui Pelaporan Mandiri LMS 43 OPD Pemprov Kepri Rampungkan Bimtek e-Monev KIP 2026, Komitmen Pimpinan Kunci Utama Capaian Predikat Informatif Perhapi Sumsel Siap Perkuat Peran Strategis Pertambangan Menuju Swasembada Energi Nasional Pembinaan Budi Pekerti, Ingatkan Pelajar Jauhi Perundungan hingga Bijak Bermedia Sosial Bukan Sekadar Kisah Perselingkuhan: Di Balik Pembunuhan Bos Bengkel Purwokerto, Jejak Digital Menjadi Kunci Pembuktian Di Forum Nasional, Amsakar Tegaskan Transmigrasi Jadi Penggerak Pemerataan Pembangunan

Nasional

Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat

badge-check


 Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat Perbesar

AskaraNews.com,Bandung-Dunia sedang tidak baik-baik saja, Haedar Nashir menyoroti kebengisan genosida oleh Zionis Israel dan sekutu yang tak bisa dicegah tatanan dunia global telah meruntuhkan peradaban modern Barat.

Genosida yang dilakukan Zionis Israel kepada bangsa Palestina, termasuk yang akhir-akhir ini terjadi di Iran menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini tatanan dunia modern yang pro kemanusiaan luluh lantah.

Semangat pro kemanusiaan yang ditunjukkan manusia modern, kata Haedar, melahirkan humanisme sekuler yang serba orientasi kepada manusia, sendi-sendinya telah lumpuh akibat perang yang masih berlangsung.

“Segala paradigma modern terus dibangun seakan-akan tidak pernah dan tidak akan pernah dirobek oleh peristiwa yang sama. Tetapi apa yang terjadi, bahwa sejak satu dekade ini sejak 1948, dan dalam kurun yang terakhir ini paradigma yang pro humanisme itu nyaris gagal,” kata Haedar pada Ahad (8/3) malam di Masjid Salman ITB dalam acara Salat dan Ceramah Tarawih.

Situasi yang begitu nahas ini tak bisa dihentikan oleh tata hukum dan moral persekutuan dunia global. Haedar menyebut tata hukum dan moral internasional lumpuh sebab tak mampu menghentikan hasrat menghancurkan kedaulatan negara.

Dengan tegas Haedar menyebut berbagai perang yang terjadi merupakan model neo-kolonialisme abad kini. Maka dia mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu, berdaulat dan mandiri dalam situasi yang serba tak menentu ini.

“Dunia muslim yang berbasis iman ini tentu harus bersaudara, dan ketika ada banyak hal yang membuat mereka bertengkar semestinya mereka islah atau berdamai. Agar mereka memperoleh rahmat Tuhan,” ungkapnya.

Meski pesan teologis tentang persatuan dunia Islam sudah disebutkan dalam Surat Hujurat ayat 10, namun Haedar melihat pesan itu sulit direalisasikan. Sebab kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hitam putih, namun begitu kompleks.

“Banyak sekali lalu lintas kepentingan. Jangankan di level negara, di level ummah, di kelompok ummah saja betapa tak mudahnya merawat kemandirian, persatuan, dan orientasi bersama untuk membangun peradaban Islam,” tuturnya.

Padahal dengan kosmopolitanisme Islam, kata Haedar, menjadikan Islam sebagai agama pencerahan, serta menyatukan dan memajukan peradaban dunia dan kehidupan kemanusiaan secara global antara tahun 700 sampai 1200 masehi.

Baca Lainnya

Serukan Persatuan Nasional, Sekretaris Jenderal PB PII: Boleh Berbeda Asal Tetap Bersatu

30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Harlah ke-62 PII Wati, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

26 Juli 2026 - 15:33 WIB

Heboh, Kejaksaan Agung Hentikan Pengumpulan Data MBG, Kenapa?

14 Juli 2026 - 05:59 WIB

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolri, Pererat Solidaritas TNI-Polri

13 Juli 2026 - 21:13 WIB

Kenapa Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Cuci Uang, Ini Penyebabnya

13 Juli 2026 - 19:40 WIB

Trending di Hukrim