Temuid Indonesia Resmi Berbadan Hukum, Buka Pintu Kolaborasi Untuk Anak Muda Se-Indonesia Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026 Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030 Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

Nasional

Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat

badge-check


 Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat Perbesar

AskaraNews.com,Bandung-Dunia sedang tidak baik-baik saja, Haedar Nashir menyoroti kebengisan genosida oleh Zionis Israel dan sekutu yang tak bisa dicegah tatanan dunia global telah meruntuhkan peradaban modern Barat.

Genosida yang dilakukan Zionis Israel kepada bangsa Palestina, termasuk yang akhir-akhir ini terjadi di Iran menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini tatanan dunia modern yang pro kemanusiaan luluh lantah.

Semangat pro kemanusiaan yang ditunjukkan manusia modern, kata Haedar, melahirkan humanisme sekuler yang serba orientasi kepada manusia, sendi-sendinya telah lumpuh akibat perang yang masih berlangsung.

“Segala paradigma modern terus dibangun seakan-akan tidak pernah dan tidak akan pernah dirobek oleh peristiwa yang sama. Tetapi apa yang terjadi, bahwa sejak satu dekade ini sejak 1948, dan dalam kurun yang terakhir ini paradigma yang pro humanisme itu nyaris gagal,” kata Haedar pada Ahad (8/3) malam di Masjid Salman ITB dalam acara Salat dan Ceramah Tarawih.

Situasi yang begitu nahas ini tak bisa dihentikan oleh tata hukum dan moral persekutuan dunia global. Haedar menyebut tata hukum dan moral internasional lumpuh sebab tak mampu menghentikan hasrat menghancurkan kedaulatan negara.

Dengan tegas Haedar menyebut berbagai perang yang terjadi merupakan model neo-kolonialisme abad kini. Maka dia mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu, berdaulat dan mandiri dalam situasi yang serba tak menentu ini.

“Dunia muslim yang berbasis iman ini tentu harus bersaudara, dan ketika ada banyak hal yang membuat mereka bertengkar semestinya mereka islah atau berdamai. Agar mereka memperoleh rahmat Tuhan,” ungkapnya.

Meski pesan teologis tentang persatuan dunia Islam sudah disebutkan dalam Surat Hujurat ayat 10, namun Haedar melihat pesan itu sulit direalisasikan. Sebab kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hitam putih, namun begitu kompleks.

“Banyak sekali lalu lintas kepentingan. Jangankan di level negara, di level ummah, di kelompok ummah saja betapa tak mudahnya merawat kemandirian, persatuan, dan orientasi bersama untuk membangun peradaban Islam,” tuturnya.

Padahal dengan kosmopolitanisme Islam, kata Haedar, menjadikan Islam sebagai agama pencerahan, serta menyatukan dan memajukan peradaban dunia dan kehidupan kemanusiaan secara global antara tahun 700 sampai 1200 masehi.

Baca Lainnya

Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik

1 November 2026 - 16:39 WIB

Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 10:22 WIB

Bela Raffi Ahmad, Tokoh Pemuda Abdul Kohar Ruslan Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 10:17 WIB

MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Abah Elang Desak DPR Sikapi Posisi Wapres

31 Oktober 2026 - 15:10 WIB

PB PII Tekankan Perlindungan Anak dan Profesionalitas Aparat dalam Kasus Sukoharjo

30 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Trending di Nasional