Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju” Wali Kota Lis Darmansyah Dorong Penguatan Identitas Produk Lokal dan Perlindungan Kekayaan Intelektual Wawako Raja Ariza: Pelayanan Publik Harus Lebih Mudah, Murah, dan Transparan Sekda Zulhidayat Apresiasi Wonderfood Kepri Fest yang Hidupkan Rimba Jaya

Nasional

Terima Delegasi Rusia-Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Eksport Kopi Gayo dan Mandailing ke Rusia

badge-check


 Terima Delegasi Rusia-Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Eksport Kopi Gayo dan Mandailing ke Rusia Perbesar

AskaraNews.com,JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, menuturkan peluang ekspor kopi Gayo dan Mandailing ke Rusia sangat prospektif seiring pergeseran peta perdagangan dunia dan meningkatnya konsumsi kopi di kawasan Eurasia. Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menunjukkan tren peningkatan impor kopi dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Data perdagangan tahun 2025 menunjukkan ekspor kopi Indonesia secara keseluruhan menembus lebih dari US$ 1 miliar dengan volume ratusan ribu ton. Rusia mulai masuk dalam daftar pasar dengan pertumbuhan tercepat di luar Amerika Serikat dan Uni Eropa.

“Rusia adalah pasar besar dengan lebih dari 140 juta penduduk dan tingkat konsumsi kopi yang terus meningkat, terutama di kota-kota seperti Moskow dan St. Petersburg. Dalam dua tahun terakhir, permintaan terhadap kopi meningkat signifikan. Ini peluang emas bagi kopi Gayo dan Mandailing yang memiliki karakter rasa kuat dan unik,” ujar Bamsoet saat menerima Delegasi Rusia-Indonesia untuk coffe market Rusia, di Jakarta, Kamis (12/2/26).

Hadir antara lain Tatiana Diouba, Dmitri Situmeang, Ali Amra, Ahmad Sujai, Rifqi Aji dan Taufiq R.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, kopi Gayo dari Aceh dan kopi Mandailing dari Sumatera Utara memiliki reputasi internasional yang sudah teruji. Kopi Gayo dikenal dengan aroma yang kuat, tingkat keasaman rendah, dan kulit yang tebal. Kopi Mandailing memiliki karakter kulit tebal, tingkat keasaman rendah, beraroma tanah serta herbal yang kuat. Di pasar internasional, dua varietas ini memiliki segmen tersendiri dengan harga premium. Dalam sejumlah lelang kopi internasional, harga kopi khas Indonesia tersebut mampu menembus dua hingga tiga kali lipat harga kopi komersial biasa.

“Kita punya kualitas kopi yang diakui dunia. Tantangannya sekarang adalah bagaimana memastikan pasokan konsisten, menjaga standar mutu, serta memperkuat branding Indonesia di pasar Rusia. Importir Rusia mencari kepastian kualitas dan kontinuitas suplai. Di sinilah peran pemerintah dan asosiasi eksportir menjadi krusial untuk mendampingi petani dan UMKM,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menegaskan, momentum kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara-negara Eurasia harus dimanfaatkan secara maksimal. Perundingan dagang dengan Eurasian Economic Union membuka ruang tarif yang lebih kompetitif bagi produk Indonesia. Di tengah dinamika geopolitik global dan perubahan arus perdagangan, Rusia mencari mitra baru yang mampu menyediakan komoditas pangan dan minuman berkualitas secara stabil. Indonesia berada pada posisi strategis untuk mengisi celah tersebut.

“Dalam konteks geopolitik saat ini, Rusia melakukan diversifikasi sumber impor. Indonesia harus hadir sebagai mitra yang bisa dipercaya. Kita perlu diplomasi ekonomi yang agresif, misi dagang terpadu, serta promosi kopi Gayo dan Mandailing di berbagai pameran internasional di Moskow dan kota besar lainnya. Jangan sampai peluang ini direbut negara lain seperti Vietnam atau Brasil,” pungkas Bamsoet. (*)
[20.59, 12/2/2026] pak khalis: Jelang Ramadhan, Arab Saudi Sampaikan Bantuan 100 Ton Kurma untuk Umat Islam Indonesia

Jakarta-Sebagaimana tahun lalu, jelang Ramadhan 1447H/2026, Kerajaan Arab Saudi kembali mengirimkan bantuan kurma untuk umat Islam Indonesia.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi mengatakan bantuan 100 ton kurma dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz adalah untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di Indonesia menjelang datangnya Bulan Ramadhan.

“Hadiah ini dalam rangka memenuhi kebutuhan umat Islam di seluruh dunia, dan juga umat Islam yang ada di Indonesia,” kata Dubes Faisal dalam acara penyerahan bantuan tersebut di Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu (11/02/2026), dikutip dari Antara.

Dubes menyatakan, bantuan tersebut mengonfirmasi upaya pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan layanan bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama Indonesia.

Bantuan tersebut juga menegaskan kuatnya hubungan yang telah terjalin antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi, di mana hubungannya saat ini sudah mencapai level yang strategis.

Faisal tidak merinci jenis kurma yang diberikan, tetapi menegaskan bahwa kurma tersebut adalah jenis kurma yang premium, yang memiliki kualitas yang sangat baik. “Jadi, hadiah kurma ini berjumlah sebanyak 100 ton, dan merupakan kurma yang premium,” katanya.
Dubes berharap pemberian kurma tersebut dapat memenuhi kebutuhan umat Islam di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang tertimpa bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui bantuan tersebut, Saudi juga berharap umat Islam di Indonesia dapat menyambut Bulan Ramadan dengan penuh suka cita.

“Semoga puasa yang kita laksanakan nanti dapat diterima oleh Allah, dan tentu hadiah ini kiranya dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia,” demikian katanya.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan bantuan kurma tersebut akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama ke sejumlah daerah bencana. “Ya, daerah bencana insyaallah kita (salurkan),” kata dia

Baca Lainnya

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

26 Oktober 2026 - 12:22 WIB

EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat

24 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional

24 Oktober 2026 - 11:04 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 05:32 WIB

Trending di Nasional