Menu ✖

Mode Gelap
Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming

Batam

Berikan Laluan Kepada Pemerintah yang baru seumur jangung untuk Terus Berjuang Atasi Persoalan Air, Mari Kita Jaga Kondusivitas Batam

badge-check


 Berikan Laluan Kepada Pemerintah yang baru seumur jangung untuk Terus Berjuang Atasi Persoalan Air, Mari Kita Jaga Kondusivitas Batam Perbesar

 

AskaraNews.com-Batam-Mantan Kepala Sekretariat Tim Pejuang Amsakar Kota Batam, Amirul Khalish Manik, yang merupakan loyalis Amsakar setia tanpa pamrih, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas dan stabilitas Kota Batam di tengah persoalan distribusi air bersih yang masih dirasakan di sejumlah wilayah.

Menurut Khalish, persoalan air merupakan isu sensitif yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penyikapannya harus dilakukan dengan kepala dingin, dialog terbuka, dan semangat kebersamaan, bukan dengan emosi yang justru berpotensi memperkeruh keadaan.
“Batam adalah kota investasi, kota industri, dan kota yang hidup dari kepercayaan. Kondusivitas adalah modal utama kita bersama. Jangan sampai persoalan air yang sedang diupayakan penyelesaiannya justru memicu instabilitas sosial,” ujar Khalish, Selasa (27/1/2026).

Ia menyampaikan bahwa pemerintah saat tidak tinggal diam, melalui Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, yakni Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, sedang melakukan terobosan untuk mengatasi persoalan air yang bersifat struktural dan telah berlangsung lama.

Khalishmenjelaskan, masalah air di Batam bukan persoalan sederhana dan bukan pula lahir dalam satu atau dua tahun terakhir. Infrastruktur air yang ada merupakan warisan pembangunan lama, ketika jumlah penduduk masih terbatas dan kebutuhan belum sebesar sekarang. Sementara itu, pertumbuhan penduduk, kawasan perumahan, serta aktivitas ekonomi berkembang sangat pesat.
“Kita harus jujur melihat persoalan ini sebagai masalah akumulatif, karena penyelesaiannya membutuhkan waktu dan perencanaan matang serta dukungan dari semua pihak,” katanya.

Ia menilai, di tengah situasi tersebut, kepemimpinan di BP Batam sedang berada pada fase kerja berat. Selain melakukan evaluasi teknis dan manajerial, pimpinan BP Batam juga dituntut menjaga stabilitas sosial serta kepercayaan publik secara bersamaan.

Khalish mengajak masyarakat untuk memberi ruang bagi proses pembenahan yang sedang berjalan. Kritik dan saran tetap diperlukan sebagai bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan tidak memicu kegaduhan yang merugikan kepentingan bersama.
“Menjaga kondusivitas bukan berarti membungkam aspirasi rakyat, tetapi memastikan aspirasi disampaikan dengan cara yang beradab dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan persoalan air sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Menurutnya, Batam hanya bisa maju jika pemerintah dan masyarakat berjalan seiring, saling percaya, dan sama-sama menjaga ketenangan kota.
“Batam adalah rumah kita bersama. Menjaganya tetap aman, tertib, dan kondusif adalah tanggung jawab kita semua,” Tutupnya

Baca Lainnya

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 06:52 WIB

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini.

25 September 2026 - 06:04 WIB

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

25 September 2026 - 03:02 WIB

LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun

24 September 2026 - 12:42 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

24 September 2026 - 09:06 WIB

Trending di Batam