Menu ✖

Mode Gelap
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026 Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini. Soroti Dana Gempa Flores Rp 20 Miliar Manggarai Timur, Bakornas LKBHMI PB HMI Buka Posko Pengaduan Nasional Dan Desak Audit Total Bupati. Wako Lis Apresiasi Pandangan Fraksi, Jadi Bahan Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 Wako Lis Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026 kepada DPRD Pawai Lampion Festival Mooncake Semarak, Sekda Zulhidayat: Simbol Keharmonisan dan Keberagaman Tanjungpinang

Pemko Batam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini.

badge-check


 Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini. Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini.

Askaranews.com. Batam-Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan solusi pemenuhan kebutuhan air bagi industri data center melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan investasi tetap berjalan tanpa mengurangi pasokan air waduk yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kebutuhan air untuk operasional data center harus dipenuhi dari sumber yang tidak mengurangi pasokan air waduk yang selama ini diperuntukkan bagi masyarakat.

Karena itu, setiap investasi data center yang membutuhkan air dalam jumlah besar didorong memiliki sumber air mandiri melalui teknologi desalinasi air laut atau SWRO.

“Investasi tentu kita dorong terus tumbuh di Batam. Namun, kebutuhan pendukungnya juga harus disiapkan secara baik. Untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita mendorong agar dapat memenuhi kebutuhannya melalui sumber air mandiri dengan teknologi SWRO,” kata Amsakar, Jumat (25/9/2026).

Menurut Amsakar, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan industri, khususnya data center, tidak boleh sepenuhnya bergantung pada sumber air baku yang juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dari sekitar 10 rencana pengembangan data center ke depan, saat ini satu data center telah beroperasi dan menyambut baik kebijakan pembangunan SWRO secara mandiri. Skema serupa juga akan dikembangkan oleh data center lainnya.

Dalam dua hingga tiga tahun mendatang, Batam diproyeksikan memperoleh tambahan kapasitas produksi air melalui SWRO sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 1.000 liter per detik melalui pembangunan SWRO di dua kawasan, yakni KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil.

Amsakar menyebut pembangunan sumber air mandiri tersebut sebagai langkah yang saling melengkapi antara kebutuhan dunia usaha dan kepentingan masyarakat.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujarnya.

Lebih jauh, pembangunan SWRO tidak hanya dipandang sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan operasional data center. Dalam jangka panjang, keberadaan fasilitas tersebut juga berpotensi memperkuat ketahanan air bersih di Batam.

Apabila produksi air hasil pengolahan melalui SWRO nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Namun, pemanfaatan air tersebut tetap perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kapasitas produksi SWRO, kualitas air hasil pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal.

Amsakar berharap pembangunan sumber air baru tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Batam dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan air seiring dengan pertumbuhan kawasan perkotaan dan investasi.

“Kita tentu tidak hanya berpikir bagaimana kebutuhan industri terpenuhi. Lebih dari itu, kalau kapasitas dan infrastrukturnya memungkinkan, hasil pengolahan air ini juga dapat membuka peluang untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Amsakar, keberadaan data center merupakan salah satu sektor strategis yang dapat memperkuat struktur ekonomi Batam pada masa mendatang. Pertumbuhan sektor tersebut diharapkan turut mendorong aktivitas di berbagai bidang, mulai dari konstruksi, kebutuhan tenaga kerja profesional, hingga perkembangan sektor pendukung lainnya.

Dengan demikian, investasi data center tidak hanya memberikan dampak pada sektor industri itu sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal Batam. (Red)

Baca Lainnya

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 06:52 WIB

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

25 September 2026 - 03:02 WIB

LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun

24 September 2026 - 12:42 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

24 September 2026 - 09:06 WIB

Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

24 September 2026 - 09:01 WIB

Trending di Batam