Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Daerah

Ekonomi Syariah Jambi Bersiap Naik Kelas, Dr. Rafidah Siap Kawal UMKM dan Industri Halal

badge-check


 Ekonomi Syariah Jambi Bersiap Naik Kelas, Dr. Rafidah Siap Kawal UMKM dan Industri Halal Perbesar

Askaranews.com. JAMBI – Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan usaha yang semakin ketat, Provinsi Jambi kini menatap peluang baru melalui penguatan ekonomi syariah. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPW IAEI) Provinsi Jambi periode 2026–2031 yang dipimpin oleh Dr. Rafidah, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (3/6/2026).

Kehadiran kepengurusan baru IAEI Jambi dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan sektor ekonomi syariah yang selama ini diyakini memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan UMKM, industri halal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Sekretaris Jenderal IAEI Pusat Sutan Emir Hidayat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Mahbud Dariyanto, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Kepala OJK Provinsi Jambi, serta berbagai kalangan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat.

Ketua DPW IAEI Jambi periode 2026–2031, Dr. Rafidah, menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar konsep ekonomi berbasis agama, tetapi telah berkembang menjadi instrumen pembangunan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan.

Menurutnya, Jambi memiliki modal besar untuk menjadi salah satu daerah yang unggul dalam pengembangan ekonomi syariah. Selain didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah, Jambi juga memiliki ribuan pelaku UMKM yang dapat berkembang lebih cepat melalui sistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Bank Indonesia, OJK, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah di daerah. Potensi Jambi sangat besar dan perlu dikelola secara optimal agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rafidah.

Ia menegaskan, fokus utama IAEI Jambi lima tahun ke depan adalah memperkuat literasi ekonomi syariah, mendampingi pelaku UMKM, memperluas industri halal, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di era ekonomi digital.

Menurut Rafidah, sektor UMKM dan usaha berbasis komunitas menjadi perhatian utama karena terbukti menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Melalui berbagai program edukasi dan pendampingan, IAEI Jambi ingin memastikan pelaku usaha lokal mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Rafidah juga menyambut positif dukungan Gubernur Jambi terhadap pengembangan ekonomi syariah. Ia menilai sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor keuangan menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

“Kami menyambut baik arahan Bapak Gubernur agar IAEI hadir tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam memberikan solusi atas berbagai tantangan ekonomi masyarakat. Ke depan, kami ingin menghadirkan program yang konkret, terukur, dan memberikan dampak langsung,” katanya.

Di tengah transformasi ekonomi digital dan perubahan pola bisnis global, ekonomi syariah dinilai semakin relevan karena menawarkan prinsip transparansi, etika, dan keadilan yang dibutuhkan masyarakat modern.

Melalui kepengurusan baru ini, IAEI Jambi diharapkan tidak hanya menjadi wadah para ahli ekonomi Islam, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya inovasi, riset, dan kebijakan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat di Provinsi Jambi. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah,” pungkas Rafidah.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, IAEI Jambi membawa harapan baru agar ekonomi syariah tidak hanya berkembang sebagai sektor keuangan, tetapi juga menjadi jalan bagi lahirnya lebih banyak usaha produktif, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Usai MTQ Nasional XXXI, Kabid Penais Dorong Penguatan Pembinaan Kafilah Jambi

1 Oktober 2026 - 02:40 WIB

Pimpinan Daerah PRIMA DMI Kota Jambi Resmi Dilantik. Izzu Gaungkan Modernisasi Spirit Muslim-Konstruktif di Era Post Truth

29 September 2026 - 18:27 WIB

PW PRIMA DMI Provinsi Jambi Dilantik, Ardiansah, M.IP sebagai Ketua Umum Masa Khidmat 2026-2030

29 September 2026 - 17:31 WIB

KAHMI dan HMI Tebo Hadirkan Ahmad Doli Kurnia Tandjung dalam Dialog Kebangsaan Milad KAHMI ke-60

22 September 2026 - 04:59 WIB

Trending di Jambi