Menu

Mode Gelap
Jusuf Kalla Dukung Milad Ke-11 PRIMA DMI dan Peluncuran Halal Center untuk Percepat Wajib Halal 2026 Melayu Murka! Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam: “Hina Marwah Kami, Siap Kami Lawan!” ::: Kisah Pak Am di Tanah Suci: Romantisme, Kursi Roda, & Ruang Maaf pada Istri Tercinta Hadiri Sannipata Waisak 2570 BE, Wali Kota Lis Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Perdamaian Dugaan Penggunaan Kapal Patroli Imigrasi untuk Kepentingan Pribadi Jadi Sorotan, Publik Minta Klarifikasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang Umumkan Penyesuaian Jadwal Pelayanan dalam Rangka Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Batam

AMSAKAR ACHMAD SANG ORATOR

badge-check


					AMSAKAR ACHMAD SANG ORATOR Perbesar

Gaya Bicara yang Sering Jadi Obrolan

Askaranews.com. Batam-AMSAKAR ACHMAD SANG ORATOR mungkin jadi sebutan yang pas buat menggambarkan cara bicara Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Soalnya, kalau sudah menjelaskan sesuatu, ia jarang setengah-setengah. Penjelasannya lengkap. Kadang panjang. Kadang detail. Dan kadang bikin orang harus menyimak sampai akhir.

Di warung kopi, media sosial, sampai obrolan santai warga, gaya komunikasinya sesekali ikut dibahas. Ada yang bilang terlalu formal. Ada yang merasa penjelasannya kepanjangan. Ada juga yang bercanda, “Kalau Pak Amsakar bicara, siap-siap dengar versi lengkapnya.”

Komentar seperti itu sebenarnya wajar. Apalagi sekarang zamannya serba cepat. Orang terbiasa dengan video singkat. Informasi dipadatkan dalam hitungan detik. Semua ingin cepat. Semua ingin instan.

 

Bukan Karena Suka Bertele-tele

Kalau diperhatikan, gaya bicara Amsakar bukan muncul karena ingin terdengar rumit atau berputar-putar. Ada kebiasaan yang memang terlihat kuat. Ia cenderung hati-hati. Ia suka menjelaskan sampai akar persoalan.

Mungkin bagi sebagian orang itu terasa panjang. Tapi bagi yang mengikuti sampai selesai, biasanya ada satu hal yang terasa: ia ingin orang paham konteksnya.

Ia tidak sekadar menyampaikan hasil akhir. Ia juga menjelaskan prosesnya. Persoalannya di mana. Tantangannya apa. Dan pemerintah sedang mengerjakan apa.

Karena buat sebagian pemimpin, yang penting pesannya sampai. Tapi buat sebagian yang lain, yang penting masyarakat paham sampai tuntas.

 

Batam Bukan Kota yang Jalan Ceritanya Simpel

Kalau cuma mengurus satu dua persoalan, mungkin semuanya bisa dijelaskan dalam beberapa kalimat.

Tapi Batam bukan kota kecil dengan urusan sederhana.

Ada investasi yang terus bergerak. pembangunan infrastruktur. persoalan tenaga kerja. Ada pertumbuhan penduduk. Ada layanan publik. Belum lagi urusan kawasan strategis, pelabuhan, industri, dan dinamika ekonomi.

Kadang satu keputusan pemerintah efeknya bisa ke mana-mana.

Makanya, mungkin di situlah letak gaya komunikasi Amsakar terbentuk. Ia memilih menjelaskan lebih banyak supaya orang tidak cuma dengar judul besarnya saja.

Karena kalau salah dipahami, urusannya bisa panjang.

 

Dekat Itu Tidak Selalu Harus Banyak Gaya

Menariknya, banyak warga justru mengenal Amsakar bukan dari pidato resmi.

Ada yang bertemu saat kegiatan sosial. Pernah ngobrol di acara kampung. Dan beberapa kali melihatnya turun langsung menemui masyarakat.

Karena kedekatan kadang tidak selalu muncul di atas panggung.

Kadang justru terasa saat pemimpin datang, duduk, mendengar cerita warga, lalu ngobrol biasa tanpa suasana yang terlalu resmi.

Hal-hal seperti itu yang sering luput dari potongan video pendek di media sosial.

 

Kritik Tetap Perlu, Tapi Kerja Juga Perlu Dilihat

Tentu kritik tetap penting. Masukan dari masyarakat juga perlu. Kalau ada yang berharap komunikasinya lebih singkat, lebih hangat, atau lebih santai, itu hal yang lumrah.

Namanya juga pemimpin. Selalu ada ruang untuk memperbaiki diri.

Tapi di tengah ramai komentar soal gaya bicara, ada satu hal yang juga perlu dilihat: hasil kerjanya.

Sebab pada akhirnya, masyarakat bukan cuma mencari pemimpin yang jago ngomong.

Masyarakat juga ingin pemimpin yang mau turun tangan, paham masalah, dan tidak hilang saat mereka membutuhkan.

Karena bicara itu penting. Tapi kerja nyata tetap yang paling dicari. (bosanto)

 

Baca Lainnya

Melayu Murka! Laskar Melayu Bersatu Kepri Kota Batam: “Hina Marwah Kami, Siap Kami Lawan!”

31 Mei 2026 - 12:58 WIB

::: Kisah Pak Am di Tanah Suci: Romantisme, Kursi Roda, & Ruang Maaf pada Istri Tercinta

31 Mei 2026 - 12:34 WIB

Dugaan Penggunaan Kapal Patroli Imigrasi untuk Kepentingan Pribadi Jadi Sorotan, Publik Minta Klarifikasi

31 Mei 2026 - 10:19 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang Umumkan Penyesuaian Jadwal Pelayanan dalam Rangka Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

31 Mei 2026 - 08:00 WIB

Perkuat Barisan, Perkokoh Organisasi: LMB KEPRI KOTA BATAM Gelar Malam Keakraban di Batu Aji Batam

30 Mei 2026 - 17:12 WIB

Trending di Batam