10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Tanjungpinang

Tak Ingin Wisatawan Hanya Singgah, Disbudpar Siapkan Paket Wisata Terpadu

badge-check


 Tak Ingin Wisatawan Hanya Singgah, Disbudpar Siapkan Paket Wisata Terpadu Perbesar

Askaranews.com Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai menyiapkan strategi agar wisatawan mancanegara yang masuk melalui Batam tidak hanya singgah, tetapi juga menginap dan berbelanja di Tanjungpinang. Langkah itu dilakukan melalui pengembangan paket wisata terpadu yang menghubungkan destinasi di Batam, Tanjungpinang hingga Bintan.

Upaya tersebut disiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang menjelang musim libur sekolah di negara tetangga yang diperkirakan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Kepulauan Riau, khususnya Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan.

Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengatakan, selama ini Batam masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya berdampak bagi perekonomian Tanjungpinang karena sebagian wisatawan hanya melakukan perjalanan singkat.

Karena itu, Disbudpar mulai mendorong kerja sama antar pelaku industri pariwisata untuk menciptakan perjalanan wisata yang membuat wisatawan tinggal lebih lama di Tanjungpinang.

“Sehingga dengan dibuatnya paket wisata tersebut, terdapat wisatawan yang akan menginap di Tanjungpinang minimal satu malam,” ujar Nazri, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, peningkatan lama tinggal wisatawan akan berdampak langsung terhadap sektor ekonomi lokal, mulai dari hotel, rumah makan, transportasi hingga pelaku UMKM di kawasan wisata.

Selain menyiapkan strategi paket wisata, Disbudpar juga mulai memperkuat kualitas pelayanan di Pulau Penyengat guna menyambut lonjakan kunjungan saat libur sekolah negara tetangga.

Nazri menyebutkan, secara umum kesiapan destinasi wisata Pulau Penyengat sudah cukup memadai. Meski demikian, pemerintah tetap akan mengingatkan para pelaku usaha wisata agar meningkatkan standar pelayanan kepada wisatawan.

Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya ketersediaan life jacket pada transportasi pompong, penampilan penarik becak motor, hingga keterbukaan daftar harga makanan di tempat usaha kuliner.

“Kesiapan Pulau Penyengat dalam menghadapi libur sekolah negara tetangga sudah cukup memadai,” katanya.

Pembenahan pelayanan tersebut penting untuk menjaga citra pariwisata Tanjungpinang di mata wisatawan mancanegara, terutama karena Pulau Penyengat menjadi salah satu wajah utama wisata budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Disbudpar juga akan menindaklanjuti upaya tersebut melalui pelaksanaan famtrip dan audiensi bersama asosiasi serta pelaku industri pariwisata di Batam dan Tanjungpinang guna memperkuat kolaborasi promosi wisata daerah.

“Akan kita wujudkan dengan pelaksanaan famtrip dan audiensi bersama pelaku industri pariwisata Kota Batam dan Tanjungpinang,” pungkasnya.(Red)

 

Baca Lainnya

Relokasi UMKM Teluk Keriting, Pemko Siapkan Lokasi Alternatif

28 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Porprov Kepri, Hotel di Tanjungpinang Fully Booked

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Wali Kota Lis: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Tindakan Nyata

28 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Sukses Prestasi dan Sukses Tuan Rumah, Wali Kota Lis Lepas Kontingen Porprov Kepri VI 2026

28 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Wali Kota Lis Darmansyah Dorong Penguatan Identitas Produk Lokal dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

26 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Trending di Tanjungpinang