Pakuwon City Batam Resmi Mulai Dibangun, Ada Mall hingga Hotel Bintang 5 BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026 BP Batam Buka Kembali Ruas Jalan Gajah Mada, Lebih Cepat dari Target Amsakar Serap Aspirasi Warga Galang, Air Bersih dan Infrastruktur Jadi Perhatian

Kepulauan Riau

Ketua DPD Gerindra Kepri, Iman Sutiawan mengajak seluruh masyarakat untuk melihat persoalan secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

badge-check


 Ketua DPD Gerindra Kepri, Iman Sutiawan mengajak seluruh masyarakat untuk melihat persoalan secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Perbesar

Askaranews.com. Batam-Menanggapi polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Ketua DPD Gerindra Kepri, Iman Sutiawan mengajak seluruh masyarakat untuk melihat persoalan secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Menurut Iman, apa yang disampaikan Li Claudia lahir dari kegelisahan seorang pemimpin yang melihat langsung persoalan sosial dan aktivitas  yang merugikan masyarakat serta membahayakan lingkungan.

“Bu Li itu pada dasarnya memiliki kepedulian besar terhadap Batam. Kadang dalam situasi lapangan yang penuh dengan berbagai macam dinamika, seorang ibu bisa berbicara tegas karena ingin melindungi rumahnya sendiri. Dan bagi beliau, Batam ini adalah rumah bersama yang harus dijaga,” ujar Iman.

Ia juga meminta masyarakat, khususnya para ibu dan tokoh masyarakat, untuk mengedepankan suasana sejuk serta tidak memperbesar perbedaan tafsir yang dapat memicu gesekan sosial di tengah masyarakat Batam yang majemuk.

“Tidak ada niat merendahkan siapa pun. Saya percaya masyarakat juga bisa membedakan mana ketegasan terhadap pelanggaran hukum dan mana sikap terhadap masyarakat kecil. Jangan sampai kita saling melukai hanya karena potongan narasi yang berkembang di media sosial,” tambahnya.

Iman menegaskan bahwa persoalan ini sejatinya sudah disikapi dengan baik dan penuh kekeluargaan. Li Claudia disebut telah bertemu langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat dari kelompok yang sebelumnya merasa tersinggung, dan pertemuan tersebut berlangsung hangat serta penuh suasana persaudaraan.

“Mereka sudah duduk bersama, berbincang santai, saling memahami, bahkan saling memberikan dukungan untuk membangun Batam ke depan. Jadi sebenarnya tidak ada persoalan yang perlu diperbesar lagi,” kata Iman.

Menurutnya, komunikasi yang baik telah menghasilkan kesepahaman bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Batam tetap aman, harmonis, dan terus berkembang sebagai kota yang nyaman untuk semua golongan.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita sama-sama menjaga persatuan. Batam ini rumah besar kita bersama. Kalau ada perbedaan pendapat, selesaikan dengan dialog dan hati yang dingin,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam narasi yang memecah suasana, melainkan fokus mendukung pembangunan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Batam.

“Batam dibangun dengan semangat kebersamaan. Mari kita rawat kota ini dengan hati, dengan kasih sayang, dan dengan cara-cara yang menenangkan, bukan saling memperkeruh keadaan,” tutupnya.

Baca Lainnya

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

29 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah

29 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Pemprov Kepri dan Lima Daerah Bersinergi, Siapkan 171 ASN Jadi Komponen Cadangan

29 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Trending di Kepulauan Riau