Askaranews.com. Batam-Kawasan terpadu Pakuwon City Batam resmi memulai tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan Tanjung Uma, Batam, Kamis (29/10/2026).
Proyek megah bernilai investasi hingga Rp 7,6 triliun ini diproyeksikan bakal menyerap sedikitnya 5.000 tenaga kerja.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia, Ketua DPRD Kota Batam, jajaran BP Batam, serta pimpinan Pakuwon Group.
Dalam kesempatannya, Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri menyampaikan, kehadiran kepolisian dalam agenda ini merupakan bentuk komitmen untuk menjamin keamanan dan kepastian hukum bagi iklim investasi di Kepulauan Riau.
“Hal ini sejalan dengan program Prioritas Kapolri, Quick Wins 1, Pengungkit 3, yaitu Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), yang mana mendorong sinergi Polri dengan pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Irjen Suhendri dilokasi.
Melalui pengembangan investasi tersebut, Irjen Suhendri berharap bisa membuka peluang kerja bagi warga lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Polda Kepri terus berkomitmen menjaga situasi kamtibmas yang kondusif guna mendukung keberlangsungan pembangunan dan aktivitas usaha di wilayah Kepulauan Riau,” kata pungkasnya.
Pakuwon City Batam akan dibangun di atas lahan seluas 12,6 hektare.
Pada pembangunan tahap pertama, kawasan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern:
- Pusat perbelanjaan Pakuwon Mall Batam
- Serviced apartment
- Hotel bintang 5 (The Westin)
- Hotel bintang 4 (Courtyard by Marriott)
- 2 menara apartemen dengan total lebih dari 800 unit
Polda Kepri mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar pembangunan infrastruktur dan investasi di Batam berjalan lancar. (Red)































