Menu

Mode Gelap
BEM Politeknik Bisnis Digital Indonesia Gelar Diskusi Politik, Dorong Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Kebijakan Publik Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI Dorong Pelayanan Publik di Batam Merdeka Dari Penjilat dan Pengkianat: Refleksi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Wakapolda Kepri Hadiri Rakor Forkopimda dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sumatera Kapolda Kepri Hadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Regional Sumatera 2026 Wawako Raja Ariza: Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan

Internasional

Hungaria Berubah Arah: PM Baru Siap Tangkap Netanyahu

badge-check


 PM Hungaria Peter Magyar (Foto: AFP) Perbesar

PM Hungaria Peter Magyar (Foto: AFP)

Askaranews.com. Hungaria-Perdana Menteri terpilih Hungaria Peter Magyar menyatakan komitmennya untuk menahan Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu apabila yang bersangkutan menginjakkan kaki di wilayah negaranya. Sikap tersebut berkaitan dengan kewajiban Hungaria sebagai anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Magyar menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap mempertahankan keanggotaan Hungaria di ICC dan membatalkan langkah penarikan diri yang sebelumnya diinisiasi oleh pemerintahan terdahulu. Ia juga menilai bahwa setiap negara anggota memiliki tanggung jawab untuk menjalankan keputusan hukum yang telah ditetapkan oleh lembaga tersebut.

Pernyataan ini muncul seiring adanya surat perintah penangkapan dari ICC terhadap Netanyahu, yang dikeluarkan atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang serta pelanggaran kemanusiaan terkait konflik di Gaza. Sebagai bagian dari komunitas negara anggota, Hungaria secara prinsip diwajibkan mematuhi keputusan tersebut.

Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Viktor Orban, Hungaria mengambil langkah berbeda dengan tidak menindaklanjuti perintah penangkapan tersebut ketika Netanyahu berkunjung ke Budapest. Bahkan, pemerintah saat itu sempat mengumumkan rencana keluar dari ICC, yang secara tidak langsung memberikan perlindungan diplomatik terhadap Netanyahu.

Magyar, yang memenangkan pemilu dan dijadwalkan mulai menjabat pada awal Mei, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut akan diubah. Ia menargetkan penghentian proses keluar dari ICC dan memastikan Hungaria tetap berada dalam kerangka hukum internasional.

Ketika dimintai tanggapan mengenai kemungkinan kunjungan Netanyahu di masa mendatang, Magyar memberikan pernyataan tegas

“Saya telah menjelaskan hal ini kepada Perdana Menteri Israel juga … pemerintah Tisza (partai yang dipimpin Magyar-red) memiliki niat kuat untuk menghentikan ini dan memastikan bahwa Hungaria akan tetap menjadi anggota ICC,” pungkasnya.

Ia kemudian menambahkan “Jika suatu negara adalah anggota ICC dan seseorang yang diburu oleh ICC memasuki wilayah kami, maka orang tersebut harus ditahan.” tambahnya.

Meski demikian, penerapan surat perintah ICC tidak selalu berjalan seragam di semua negara. Sejumlah negara lain memiliki pandangan berbeda terkait kewajiban tersebut, terutama ketika berhadapan dengan aturan internasional lain seperti kekebalan diplomatik.

 

Baca Lainnya

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 05:48 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 16:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 12:47 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 10:30 WIB

Trending di Internasional