AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Batam

Biaya Hidup Naik di Singapura, Batam Diserbu Wisatawan Belanja, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Lokal

badge-check


 Pemerintah Kota Pemko Batam, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Parwisata(Kadisbutpar) Ardiwinata Perbesar

Pemerintah Kota Pemko Batam, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Parwisata(Kadisbutpar) Ardiwinata

AskaraNews.com,Batam-Kenaikan biaya hidup di Singapura dan Malaysia mulai memicu perubahan pola kunjungan wisatawan ke Batam. Kota industri ini kini berkembang menjadi destinasi wisata belanja favorit bagi warga negara tetangga yang mencari harga kebutuhan lebih terjangkau.

Data terbaru menunjukkan inflasi makanan di Singapura mengalami kenaikan menjadi 1,6 persen pada Februari 2026, dari sebelumnya 1,2 persen. Kenaikan tersebut terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti sereal, daging, dan buah-buahan. Selain itu, harga bahan bakar minyak di negara tersebut juga meningkat hingga sekitar SGD 2,35 per liter.

Sementara itu, di Malaysia, tekanan harga tetap terasa meskipun inflasi makanan relatif stabil di kisaran 1,3 hingga 1,5 persen. Kenaikan harga komoditas seperti minyak sawit mentah (CPO) yang diproyeksikan mencapai RM 4.500 per ton turut berkontribusi terhadap meningkatnya biaya hidup masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, Batam justru mengalami lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, dengan tujuan utama berbelanja. Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyebut fenomena ini sebagai dinamika alami akibat perbedaan harga antarnegara.

“Dengan kenaikan harga di negara asal, wisatawan memilih Batam sebagai alternatif karena harga di sini lebih kompetitif,” (05/04/2026) ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata.

Pantauan di lapangan menunjukkan meningkatnya aktivitas belanja wisatawan asing di berbagai pusat perbelanjaan, termasuk di Grand Batam Mall yang menjadi salah satu destinasi favorit.

Pemerintah Kota Batam optimistis tren ini akan mendorong pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 1,7 juta pada tahun 2026. Optimisme tersebut didukung oleh pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas pariwisata, serta penyelenggaraan berbagai event untuk menarik wisatawan.

Selain itu, penguatan sektor pariwisata juga dilakukan melalui pengembangan jalan, hotel, restoran, serta kegiatan seni dan budaya yang memperkaya daya tarik kota.

Fenomena ini menempatkan Batam pada posisi strategis, tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat ekonomi alternatif di kawasan regional. Dengan daya saing harga yang kuat, Batam berpotensi menjadi destinasi utama wisata belanja lintas negara di Asia Tenggara.

Baca Lainnya

Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

23 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Bumerang bagi Batam

21 Oktober 2026 - 13:51 WIB

BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3

21 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BP Batam Gelar Coaching Clinic, Kawal Kelengkapan Perizinan OSS Pelaku Usaha

21 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Amsakar Paparkan Strategi PAD dan Program Prioritas Batam kepada Pemkab Brebes

20 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Trending di Batam