Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya Lis Dorong Peluang Beasiswa Pascasarjana bagi ASN, Pemko Tanjungpinang Siapkan Kolaborasi dengan UMRAH BPBD Tanjungpinang Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Diponegoro Terima Hibah Dump Truck, Lis Perkuat Penanganan Sampah di Tanjungpinang Wali Kota Lis Ajak DMI Hidupkan Kegiatan Masjid dan Kepedulian Sosial Wagub Nyanyang Apresiasi Angetin Signature, Dorong Rempah Nusantara Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah

Dunia

Misi Pencarian Anggota Jet Tempur F-15 di Iran Berlangsung, Tim Penyelamat Militer AS Hadapi Risiko Tinggi

badge-check


 Misi Pencarian Anggota Jet Tempur F-15 di Iran Berlangsung, Tim Penyelamat Militer AS Hadapi Risiko Tinggi Perbesar

AskaraNews.Com. New York- Tim penyelamat Amerika Serikat tengah melakukan operasi pencarian terhadap seorang anggota militer mereka. Dia merupakan awak pesawat yang hilang setelah jet tempur F-15 dilaporkan ditembak jatuh di Iran.

Laporan menyebutkan pilot berhasil diselamatkan, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian. Demikian dilansir dari BBC News, Sabtu (4/4/2026).

Operasi ini merupakan bagian dari Combat Search and Rescue (CSAR), yakni misi militer AS untuk menemukan dan menyelamatkan personel mereka di wilayah berbahaya di Iran saat ini.

Menurut laporan CBS, operasi dilakukan jauh di pedalaman Iran dengan dukungan helikopter militer, pesawat pengisian bahan bakar, serta pengamanan udara.

Seorang mantan komandan unit penyelamat AS mengatakan, operasi seperti ini melibatkan puluhan personel terlatih. “Harrowing and massively dangerous is an understatement,” ujarnya kepada CBS News, menggambarkan tingginya risiko misi tersebut.

Di sisi lain, analis dari Chatham House, Laurel Rapp, mengungkapkan, kemungkinan penangkapan awak pesawat oleh Iran akan menjadi keuntungan strategis. “Ini harga yang harus dibayar mahal. Kemungkinannya juga akan menjadi bagian dari tawar-menawar yang kuat,” ujar Rapp.

Sementara itu, pakar militer Jonathan Hackett menjelaskan,  tim penyelamat akan memulai pencarian dari titik terakhir keberadaan korban. “Tim mencari dari titik awal dan akan meluas. Kondisi medan menjadi tantangan besar dalam operasi ini,” ungkapnya.

Hingga kini, pencarian masih berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat di Iran. Ini menjadi pukulan telak bagi Amerika Serikat yang memulai peperangan dengan Iran.

 

 

Baca Lainnya

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

11 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Yaman Klaim 1.150 Petempur Houthi Dilumpuhkan dalam 1.900 Serangan

11 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Di Sidang Umum PBB, Menlu RI Tegaskan Ketahanan Nasional sebagai Fondasi Ketahanan Global

29 September 2026 - 10:14 WIB

Trending di Dunia