Menu

Mode Gelap
BEM Politeknik Bisnis Digital Indonesia Gelar Diskusi Politik, Dorong Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Kebijakan Publik Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI Dorong Pelayanan Publik di Batam Merdeka Dari Penjilat dan Pengkianat: Refleksi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Wakapolda Kepri Hadiri Rakor Forkopimda dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sumatera Kapolda Kepri Hadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Regional Sumatera 2026 Wawako Raja Ariza: Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan

Internasional

Jutaan Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Pemakzulan Donald Trump

badge-check


 Jutaan Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Pemakzulan Donald Trump Perbesar

LantatNews.Com. Washington-Presiden Amerika Serikat (AS) didemo jutaan masyarakatnya pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.

Unjuk rasa di AS yang menolak kepemimpinan Donald Trump itu berlangsung serempak di sejumlah negara bagian AS.

Di Washington misalnya, terlihat puluhan ribu orang memenuhi Washington Park di pusat kota.

Mereka menolak invasi AS ke Iran yang telah dilakukan Donald Trump dan Pengunjuk rasa menyebut bahwa Tidak Ada Raja di Washington Park.

Selain mengutuk serangan Donald Trump ke Iran, unjuk rasa juga menolak operasi imigran besar-besaran yang telah dilakukan pemerintahan Donald Trump.

Senator Bernie Sanders pun mengaku bangga dengan unjuk rasa jutaan masyarakat AS di Washington Park tersebut.

Sebab menurutnya, AS tidak akan pernah dan mau terjebak dalam sistem otoritarianisme yang sedang diciptakan Donald Trump.

“Saya bangga bergabung dengan warga Amerika di seluruh negeri hari ini untuk mengatakan dengan lantang dan jelas: Kami tidak akan menerima otoritarianisme,”

“Kami juga tidak akan menerima oligarki. Dan kami tidak akan menerima presiden yang merusak Konstitusi setiap hari,” tulis senator dari jalur independen itu di X.

Di jalanan seperti dimuat Al Jazeera, pengunjuk rasa juga mendesak agar Donald Trump segera dimakzulkan.

Aksi demonstrasi bertema No Kings ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat selama menjadi salah satu negara demokrasi tertua di dunia.

Diketahui Donald Trump belum genap satu tahun memimpin AS kembali sudah melakukan sejumlah invasi ke negara lain.

Donald Trump tercatat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang kemudian disusul dengan menyerang Iran sehingga membuat Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia.

Bahkan Donald Trump juga sempat mengancam akan merebut Pulau Greenland dari Denmark.

Ancaman Donald Trump sempat membuat Uni Eropa berang lantaran melanggaran kesepakatan NATO.

Baca Lainnya

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 05:48 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 16:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 12:47 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 10:30 WIB

Trending di Internasional