Menu

Mode Gelap
Gubernur Ansar Ikuti Rakor Forkopimda Regional Sumatera 2026, Dipimpin Meko Polkam, Mendagri dan Kepala Bakom Gubernur Kepri Apresiasi Sinergi Aparat Ungkap Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Bintan Pelari Kenya Siap Taklukkan Batam, Bima Arya Ikut Turun di Batam 10K 2026 KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik Audiensi dengan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Gemura: Anak Muda Harus Jadi Penggerak Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045 Wamen Dahnil Sambut PII Wati, Dorong Penguatan Dakwah di Kalangan Perempuan

Batam

Nasib Jembatan Sei Ladi: Rencana Penutupan Masih Dikaji, BP Batam Prioritaskan Pelebaran Jalan 6 Lajur

badge-check


 Nasib Jembatan Sei Ladi: Rencana Penutupan Masih Dikaji, BP Batam Prioritaskan Pelebaran Jalan 6 Lajur Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Teka-teki mengenai rencana penutupan Jembatan Sei Ladi akhirnya terjawab. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa status operasional jembatan ikonik tersebut saat ini tengah masuk dalam tahap pendalaman oleh tim teknis, seiring dengan dimulainya mega proyek pelebaran jalan di jalur Tiban-Baloi.

Isu penutupan jembatan ini mencuat setelah masyarakat mengkhawatirkan kondisi struktur jembatan yang sudah tua, ditambah adanya aktivitas pembersihan lahan (land clearing) besar-besaran di sepanjang Jalan Gajah Mada.

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian penutupan jembatan, Amsakar Achmad tidak membantah namun menegaskan bahwa keputusan final ada di tangan ahli.

“Apakah benar di jalan itu bakal ditutup? Yang benar di jalan itu akan dilakukan pelebaran. Soal tutup atau tidak, biar nanti tim teknis akan mendalaminya,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi titik macet yang sudah sangat kronis (crowded), terutama arus kendaraan dari arah Sekupang menuju pusat kota maupun sebaliknya.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Infrastruktur Kawasan BP Batam, Mouris Limanto, mengungkapkan bahwa wacana penutupan Jembatan Sei Ladi memang ada dalam diskusi, namun belum mencapai kata putus.

“Belum diputuskan. Masih dalam diskusi dan kajian,” kata Mouris singkat.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran fantastis senilai Rp. 138 miliar untuk mentransformasi jalur tersebut. Proyek ini ditargetkan rampung dalam 13 bulan ke depan. Nantinya, kapasitas jalan akan ditingkatkan secara signifikan menjadi 2 jalur utama dengan masing-masing 3 lajur (total 6 lajur).

Amsakar menambahkan bahwa kebijakan pelebaran ini bukan tanpa alas an, berdasarkan data pemetaan, wilayah Sei Ladi dan Muka Kuning merupakan urat nadi transportasi yang paling terdampak macet pada jam masuk dan pulang kantor.

“Intinya titik-titik macet yang ada di Batam ini sudah terpetakan secara baik. Dengan kondisi itulah kita membuat kebijakan untuk melakukan pelebaran untuk beberapa ruas strategis,” tegasnya.

Selain menambah lajur, proyek ini juga mencakup perbaikan jalan-jalan yang rusak di sekitar area pembangunan. Pembersihan lahan yang saat ini sedang berlangsung di sepanjang Jalan Gajah Mada merupakan langkah awal untuk menyiapkan badan jalan baru yang lebih luas dan representatif.

Meski isu penutupan jembatan masih dalam pengkajian teknis, pemerintah menjamin bahwa tujuan akhir dari proyek bernilai ratusan miliar ini adalah untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi warga Batam yang setiap harinya terjebak dalam kepadatan lalu lintas.

Baca Lainnya

Pelari Kenya Siap Taklukkan Batam, Bima Arya Ikut Turun di Batam 10K 2026

12 Agustus 2026 - 14:06 WIB

KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik

12 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Amsakar Ikut Musnahkan 1,3 Ton Ketamine, Sinergi Aparat Gagalkan Penyelundupan Narkoba

12 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Erlita Amsakar Pimpin LASQI-NJ Batam Periode 2026-2031

12 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Disbudpar Tinjau Pelaksanan SE Wako Batam Semarak HUT RI ke 81di Hotel dan Restoran

11 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Trending di Batam