Menu

Mode Gelap
BEM Politeknik Bisnis Digital Indonesia Gelar Diskusi Politik, Dorong Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Kebijakan Publik Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI Dorong Pelayanan Publik di Batam Merdeka Dari Penjilat dan Pengkianat: Refleksi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Wakapolda Kepri Hadiri Rakor Forkopimda dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sumatera Kapolda Kepri Hadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Regional Sumatera 2026 Wawako Raja Ariza: Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan

Internasional

Iran Angkat Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru meski Ada Ancaman Trump

badge-check


 Iran Angkat Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru meski Ada Ancaman Trump Perbesar

AskaraNews.com,Teheran-Majelis Pakar Iran akhirnya resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang pemimpin sebelumnya, Ayatullah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ahad (8/3/2026) waktu setempat.

Keputusan besar ini muncul hanya sembilan hari setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menewaskan Ali Khamenei.

Peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam di Teheran, tetapi juga menyeret kawasan Timur Tengah ke ambang peperangan yang lebih luas.

Menanggapi kekosongan kekuasaan tersebut, Majelis Pakar Iran yang merupakan lembaga ulama tertinggi di Iran segera mengadakan pertemuan darurat. Fokus utama mereka adalah memilih sosok pemimpin baru yang mampu menavigasi negara di tengah situasi konflik yang memanas.

“Berdasarkan pernyataan resmi dari Majelis Ahli, Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun dipilih berdasarkan hasil pemungutan suara yang menentukan. Ia diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran, meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ayah dan pendahulunya,” tulis Al Arabiya, Senin (9/3/2026).

Pihak Majelis Pakar Iran menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak ragu dalam mengambil keputusan ini. Meskipun berada di bawah tekanan serangan dari Amerika Serikat, proses suksesi tetap berjalan tanpa hambatan.

Mojtaba sendiri dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki hubungan sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sejak lama, ia telah dipandang oleh jajaran elite penguasa Iran sebagai kandidat kuat pengganti ayahnya yang tewas dalam serangan udara beberapa waktu lalu.

Meskipun ideologi penguasa Iran sebenarnya cenderung menghindari sistem suksesi turun-temurun, Mojtaba memiliki basis pendukung yang sangat kuat. Ia didukung penuh oleh elemen-elemen berpengaruh di dalam IRGC serta kantor kepresidenan ayahnya yang masih memegang kendali besar.

Pada sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat meremehkan sosok Mojtaba dengan menyebutnya sebagai figur yang “kurang berpengaruh.” Trump bahkan menegaskan kembali pada Ahad bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki suara dalam penentuan pemimpin baru tersebut agar stabilitas dapat terjaga.

Dalam wawancaranya dengan ABC News sebelum pengumuman resmi keluar, Trump memberikan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa tanpa persetujuan dari pihak Barat, kepemimpinan baru di Iran mungkin tidak akan bertahan lama di tengah tekanan internasional yang ada.

Baca Lainnya

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 05:48 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 16:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 12:47 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 10:30 WIB

Trending di Internasional