EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026 Gubernur Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Nasional

Indonesia Pertimbangkan Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza, Muzani Sebut Sinyal Kuat dari Presiden Prabowo

badge-check


 Indonesia Pertimbangkan Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza, Muzani Sebut Sinyal Kuat dari Presiden Prabowo Perbesar

AskaraNews.com,Jakarta-Wacana Indonesia mundur dari Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace mulai menguat setelah Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan sinyal tegas terkait kemungkinan langkah tersebut.

Muzani mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah beberapa kali menyebutkan potensi keluar dari forum internasional itu dalam berbagai kesempatan.

Pernyataan tersebut kembali muncul setelah Muzani melakukan pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu sore tanggal 4 Maret 2026.

Menurut Muzani keputusan bergabung atau meninggalkan organisasi semacam BoP sangat mungkin dilakukan Indonesia asalkan didasari kesepakatan bersama serta pertimbangan kepentingan nasional yang matang.

“Bagi Indonesia masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden Kita bisa saja kapan saja keluar tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama” ujar Muzani kepada wartawan seusai pertemuan di Istana.

Pernyataan itu langsung menarik perhatian masyarakat terutama di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Indonesia awalnya bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza karena keyakinan bahwa forum tersebut dapat mempercepat pencapaian kemerdekaan Palestina.

BoP dibentuk dengan tujuan utama mendorong proses perdamaian sekaligus mendukung pembangunan ulang wilayah Palestina yang rusak parah akibat konflik panjang.

Muzani menjelaskan bahwa misi forum itu fokus pada rekonstruksi rehabilitasi serta pembangunan kembali Gaza yang mengalami kerusakan masif selama konflik berlangsung.

Namun perkembangan terkini di tingkat global membuat pemerintah Indonesia mulai mengevaluasi ulang keikutsertaannya dalam organisasi tersebut

Baca Lainnya

EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat

24 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional

24 Oktober 2026 - 11:04 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 05:32 WIB

PB PII Desak Presiden Evaluasi Total Menteri Kehutanan: Karhutla Terus Meluas, Pelajar Ikut Menanggung Dampaknya

20 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Sekjen PP KMHDI Ingatkan Pemerintah Cegah Penguasaan Lahan Bekas Kebakaran oleh Oligarki

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Trending di Nasional