Menu ✖

Mode Gelap
SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat Sahabat Coffee CEO Hadir di Tanjungpinang, Wawako Ariza Dukung Pertumbuhan UMKM Audiensi MPIG Siput Gonggong, Lis Harap MPIG Perluas Peran, Kaji dan Lestarikan Biota Laut Kepri Pemko-BP KPBPB Perkuat Sinergi Akselerasi Investasi dan Pengembangan Kawasan FTZ Tanjungpinang WNI yang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri, Menko Polkam: Asal Pintar Gubernur Ansar Promosikan Pariwisata Kepri di Hadapan Himpunan Pramuwisata Indonesia

Batam

Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif

badge-check


 Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif Perbesar

AskaraNews.com,Sebanyak 16 kapal nelayan diserahkan kepada masyarakat Rempang, Kota Batam, sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal di kawasan kepulauan dan perbatasan. Bantuan tersebut merupakan program Kementerian Transmigrasi dalam mendukung kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan melalui sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau, di sela perayaan Imlek di Batam, Senin (16/2/2026) malam.

Menurutnya, situasi yang semakin kondusif menjadi modal penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Stabilitas sosial dinilai mampu memberikan rasa aman bagi investor sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan suasana yang damai, kita bisa menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun bersama,” kata Iftitah.

Namun demikian, pemerintah tidak hanya berfokus pada investasi berskala besar. Penguatan ekonomi masyarakat lokal, khususnya nelayan di kawasan pesisir Rempang, juga menjadi prioritas utama.

“Pada prinsipnya sekarang ini kami laporkan juga ada 16 kapal nelayan di Rempang yang sudah kami berikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan transmigrasi saat ini telah bertransformasi. Program tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat ke lokasi baru, melainkan memastikan tersedianya sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Harapannya mereka tidak hanya sekadar pindah ke tempat yang baru, tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Konsep transmigrasi modern yang diusung pemerintah menitikberatkan pada pembangunan ekosistem ekonomi lokal. Melalui dukungan sarana produksi seperti kapal nelayan, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi kelautan secara optimal, meningkatkan produktivitas tangkap, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Di akhir pernyataannya, Iftitah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk media, yang turut mengawal pembangunan di Kepulauan Riau dan Batam.
“Terima kasih ya, terima kasih atas dukungannya,” tutupnya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Batam dan Kepulauan Riau diharapkan terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional yang aman, produktif, dan inklusif, sekaligus menjadi model pembangunan wilayah kepulauan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat

Baca Lainnya

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak bagi Masyarakat

7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Amsakar Achmad Respons Keluhan Warga Nongsa: BP Batam Percepat Pengerjaan Interkoneksi untuk Perkuat Suplai Air

6 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

6 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Batam