LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026 Gubernur Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN Diskominfo Tanjungpinang Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Syariah AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

Batam

Cut and Fill di Komplek Perumahan Mewah Emirates Tiban Debu Bertebaran Ancam Kesehatan Warga Sekitar

badge-check


 Cut and Fill di Komplek Perumahan Mewah Emirates Tiban Debu Bertebaran Ancam Kesehatan Warga Sekitar Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Slogan “Hunian Impian” yang diusung proyek perumahan Emirates Tiban di jantung Kecamatan Sekupang kini terasa hambar bagi ribuan warga yang bermukim di sekitarnya.

Alih-alih menghadirkan kenyamanan, aktivitas pemangkasan bukit (cut and fill) di lokasi tersebut justru berubah menjadi teror lingkungan yang menghantui kesehatan dan keselamatan jiwa.

minggu (16/2/2026), suasana di sekitar proyek tampak mencekam oleh kepulan debu cokelat pekat. Iring-iringan truk pengangkut tanah yang melintas nyaris tanpa henti telah mengubah wajah aspal menjadi jalur berdebu yang menyesakkan.

*Darurat Pernapasan: “Anak Kami Taruhannya” *

Polusi debu bukan lagi sekadar gangguan estetika, melainkan ancaman medis yang nyata. Warga melaporkan peningkatan kasus sesak napas, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

”Debu ini menyiksa kami dari pagi sampai malam. Setiap hari kami harus membersihkan lantai berkali-kali, tapi tetap saja napas terasa berat. Anak-anak mulai batuk-batuk. Apakah demi membangun rumah orang kaya, kesehatan kami harus dikorbankan?” ujar seorang ibu rumah tangga dengan nada geram dan mata berkaca-kaca.

Bom Waktu di Lereng Bukit

Selain polusi udara, ancaman bencana geologis kini berada di depan mata. Pantauan di lokasi menunjukkan lereng bukit yang telah dikupas habis hingga menyisakan tanah terbuka tanpa dinding penahan (retaining wall).

Kondisi ini memicu trauma kolektif warga terhadap insiden proyek Bukit Vista yang sebelumnya dipaksa berhenti total oleh Kementerian PUPR. Warga khawatir, curah hujan tinggi yang kerap mengguyur Batam akan mengubah bukit yang “telanjang” itu menjadi aliran lumpur dan longsoran tanah yang siap mengubur pemukiman di bawahnya.

T*eka-Teki Perizinan dan Ketegasan Pemerintah*

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebenarnya telah mematok aturan main yang jelas. Setiap pengembang wajib mengantongi izin ketat melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG), lengkap dengan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) serta dokumen lingkungan UPL-UKL.

Namun, hingga detik ini, transparansi dokumen lingkungan proyek Emirates Tiban masih menjadi misteri. Belum ada papan informasi yang secara gamblang menunjukkan bahwa proyek ini telah memenuhi standar mitigasi bencana yang dipersyaratkan.
Mendesak Segel: Sebelum Jatuh Korban

Warga kini tak lagi bisa berkompromi. Mereka menuntut bukti nyata dari otoritas terkait—baik BP Batam maupun Dinas Lingkungan Hidup—untuk segera turun ke lapangan.

”Kami tidak butuh janji, kami butuh aksi. Segel aktivitas yang menyalahi aturan sekarang juga! Jangan tunggu tanah longsor menjemput maut kami baru pemerintah sibuk mengurus santunan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Baca Lainnya

LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah

24 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

24 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

23 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Bumerang bagi Batam

21 Oktober 2026 - 13:51 WIB

BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3

21 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Trending di Batam