Menu ✖

Mode Gelap
SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat Sahabat Coffee CEO Hadir di Tanjungpinang, Wawako Ariza Dukung Pertumbuhan UMKM Audiensi MPIG Siput Gonggong, Lis Harap MPIG Perluas Peran, Kaji dan Lestarikan Biota Laut Kepri Pemko-BP KPBPB Perkuat Sinergi Akselerasi Investasi dan Pengembangan Kawasan FTZ Tanjungpinang WNI yang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri, Menko Polkam: Asal Pintar Gubernur Ansar Promosikan Pariwisata Kepri di Hadapan Himpunan Pramuwisata Indonesia

Batam

Krisis Air Bersih Tanjung Sengkuang Memanas: Warga Blokade Tanki ABH, Janji Polisi Belum Redakan Amarah

badge-check


 Krisis Air Bersih Tanjung Sengkuang Memanas: Warga Blokade Tanki ABH, Janji Polisi Belum Redakan Amarah Perbesar

AskaraNews.com,Batam, 15 Februari 2026 – Krisis air bersih di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, mencapai puncaknya hari ini. Ratusan warga memblokade dan menahan mobil tangki milik PT Air Batam (ABH) pada Minggu (15/2/2026) siang, setelah pesanan air sejak malam sebelumnya mangkir total.

Aksi spontan ini lahir dari frustrasi distribusi yang dinilai timpang, sementara wilayah lain tetap kebagian suplai.

Penahanan tanki terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di akses utama Tanjung Sengkuang. Warga menuntut keadilan: pesanan mereka diabaikan, tapi truk air mengalir deras ke lokasi lain.

“Kenapa ke tempat lain diantar, kami dari semalam order tidak dapat!” keluh seorang warga dengan nada getir, mewakili suara ratusan keluarga yang kehausan.

Situasi memanas saat warga bersikukuh: “Kalau kami tidak dapat, biar semua sama-sama tidak dapat!” tegas mereka, menolak satu truk pun lewat tanpa jaminan suplai untuk mereka.

Ketegangan mereda sementara setelah tim patroli Polsek Batu Ampar turun tangan. Aparat berjanji satu tanki air segera dikirim, plus koordinasi lanjutan dengan ABH. “Kami akan komunikasikan dengan ABH,” ujar seorang petugas di lokasi.Namun, janji itu tak cukup redam amarah.

Warga mengumumkan rencana aksi besar di depan Badan Pengusahaan (BP) Batam, kantor ABH, hingga Polresta Barelang.

Mereka ingatkan komitmen Kapolresta Barelang saat aksi 22 Januari lalu: air bersih harus terpenuhi. “Kami sudah dengar janji-janji itu. Sekarang kami mau bukti,” tegas seorang warga.

Kekecewaan makin membara menjelang Ramadan. “Ini sudah mau masuk bulan puasa. Kami tidak butuh lagi janji, kami butuh air.

Kalau tidak sanggup, apakah ABH masih layak jadi pengelola?” sindir seorang ibu rumah tangga, menyuarakan kegelisahan kebutuhan dasar yang terabaikan di balik alasan teknis dan administratif.

Krisis berulang ini ungkap luka lama: infrastruktur air Batam yang rapuh, distribusi timpang, dan respons lambat dari pengelola.

Hingga berita ini diturunkan pukul 15.28 WIB, warga masih tunggu realisasi tanki tambahan dan solusi permanen.

Jika tak ada langkah konkret, aksi massal dipastikan meledak—tekanan keras pada BP Batam, ABH, dan aparat demi air bersih yang layak.(D2k)

Baca Lainnya

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak bagi Masyarakat

7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Amsakar Achmad Respons Keluhan Warga Nongsa: BP Batam Percepat Pengerjaan Interkoneksi untuk Perkuat Suplai Air

6 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

6 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Batam