Menu

Mode Gelap
Serukan Persatuan Nasional, Sekretaris Jenderal PB PII: Boleh Berbeda Asal Tetap Bersatu Luruskan Persepsi Publik, Amsakar Jelaskan Peran RT/RW dalam Optimalisasi Pendapatan Daerah Ranperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Kepri TA 2025 Disahkan Menjadi Perda Disdukcapil Kota Tanjungpinang Raih Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, Perkuat Keamanan Data dan Kepercayaan Publik Kenaikan Harga BBM Berdampak, Pemko Batam Kendalikan Inflasi Lewat Kolaborasi TPID Diskominfo Tanjungpinang Edukasi Masyarakat Kenali Modus Love Scamming

Nasional

Hotman Paris Puji Keberanian Prabowo Bongkar ‘Borok’ BUMN: Tanpa Pencitraan

badge-check


 Hotman Paris Puji Keberanian Prabowo Bongkar ‘Borok’ BUMN: Tanpa Pencitraan Perbesar

AskaraNews.com,Jakarta-Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melontarkan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hotman, Prabowo memiliki kelebihan dibandingkan presiden-presiden sebelumnya, terutama dalam keberanian mengungkap masalah di instansi pemerintah, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hotman menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang ceplos-ceplos dan spontan tanpa balutan pencitraan.

”Dia berani buka permasalahan dan spontan tanpa pencitraan, ceplos-ceplos itu ya,” kata Hotman dalam unggahan Instagramnya, dikutip dari IG: @hotmanparisofficial, Jumat (13/2/2026).

Meski begitu, Hotman menekankan bahwa keberanian mengungkapkan masalah adalah langkah awal, sementara penyelesaiannya adalah hal lain.

Namun, ia menilai sikap tersebut lebih baik dibandingkan periode-periode sebelumnya.
”Soal apakah berhasil diatasi itu hal lain ya, daripada dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” ujarnya.

Pangkas Komisaris BUMN
Lebih lanjut, Hotman mendukung penuh langkah Prabowo dalam membenahi BUMN.
Ia bahkan mengusulkan agar posisi komisaris di BUMN dikurangi atau bahkan dihilangkan untuk efisiensi anggaran negara.

Menurutnya, Undang-Undang Perseroan Terbatas tidak mengharuskan adanya komisaris.
”Parah, parah. Makanya saya pribadi sudah lama mengusulkan jabatan tiga komisaris di BUMN itu tidak perlu,” tegas Hotman.

Ia mencontohkan, jika gaji dan fasilitas komisaris di seluruh BUMN dihilangkan, negara bisa menghemat uang dalam jumlah besar untuk dialokasikan kepada rakyat kecil.

Hotman berharap langkah Prabowo dalam mengungkap kebobrokan tidak berhenti di situ, melainkan dilanjutkan dengan perbaikan nyata.

”Sekali lagi, teruslah Bapak Prabowo mengungkapkan kebobrokan yang terjadi dan tentu dilanjutkan dengan perbaikan,” tutupnya

Baca Lainnya

Serukan Persatuan Nasional, Sekretaris Jenderal PB PII: Boleh Berbeda Asal Tetap Bersatu

30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Harlah ke-62 PII Wati, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

26 Juli 2026 - 15:33 WIB

Heboh, Kejaksaan Agung Hentikan Pengumpulan Data MBG, Kenapa?

14 Juli 2026 - 05:59 WIB

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolri, Pererat Solidaritas TNI-Polri

13 Juli 2026 - 21:13 WIB

Kenapa Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Cuci Uang, Ini Penyebabnya

13 Juli 2026 - 19:40 WIB

Trending di Hukrim