Menu ✖

Mode Gelap
SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat Sahabat Coffee CEO Hadir di Tanjungpinang, Wawako Ariza Dukung Pertumbuhan UMKM Audiensi MPIG Siput Gonggong, Lis Harap MPIG Perluas Peran, Kaji dan Lestarikan Biota Laut Kepri Pemko-BP KPBPB Perkuat Sinergi Akselerasi Investasi dan Pengembangan Kawasan FTZ Tanjungpinang WNI yang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri, Menko Polkam: Asal Pintar Gubernur Ansar Promosikan Pariwisata Kepri di Hadapan Himpunan Pramuwisata Indonesia

Batam

Dua Pekan Setelah Kandas, Proses Pembersihan di Pantai Dangas Berlanjut, KLH Turunkan 3 Ahli Sekaligus

badge-check


 Dua Pekan Setelah Kandas, Proses Pembersihan di Pantai Dangas Berlanjut, KLH Turunkan 3 Ahli Sekaligus Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Dua pekan upaya pembersihan tumpahan limbah atas insiden kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera (MGS) di perairan Pulau Dangas dan daratan di Kecamatan Sekupang, masih berlangsung.

Salah seorang petugas pengelola pantai pemancingan, Novrianto, menjelaskan bahwa setelah kapal itu kandas dan sebagian muatannya terdampar di sekitar Pantai Tangga Seribu hingga ke tempatnya, perusahaan langsung mengerahkan puluhan orang untuk mengumpulkan jumbo bag yang terdampar di bibir pantai.

“Perusahaan mengerahkan puluhan orang untuk mengutip jumbo bag yang mendarat ke bibir pantai, puluhan orang itu merupakan dari pihak perusahaan,” kata Novri di pelataran pantai pemancingan.

Pantai pemancingan itu berjarak ±1 kilometer (Km) dengan perairan tempat kandasnya kapal.

Selain pihak perusahaan mengerahkan puluhan orang untuk membersihkan bibir pantai itu, masyarakat nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Sekupang, juga ikut membantu dalam pembersihan serta diberi kompensasi upah oleh perusahaan.
“Masyarakat di sini juga ikut membantu, termasuk KNTI, tapi kita kerja bukan gotong royong. Kita ikut membantu membersihkan limbah yang tercecer itu digaji, perusahaan tidak menyuruh dengan cuma-cuma,” ujarnya.

Hampir dua minggu lamanya, kata Novri, pihak perusahaan terus bekerja untuk membersihkan sisa-sisa limbah yang tercecer di bibir pantai yang merupakan bebatuan.
“Selama dua minggu ini, warga di sini dan pihak perusahaan juga bekerja membersihkan bibir pantai setiap harinya,” kata Novri.

Selain mengumpulkan jumbo bag, warga dan pihak perusahaan juga membersihkan batu-batu yang ada di bibir pantai itu dengan menyemprotkan air sabun (Spray chemical sabun) yang terdampak minyak.

Pada Rabu (04/02/2026) sejumlah orang yang tergabung dalam asosiasi perusahaan pengelola limbah di Batam juga turut membantu.
“Rabu kemarin juga puluhan orang dari perusahaan katanya, ikut membersihkan juga,” jelas Novri.

Dari perkiraan Novri, persentase pembersihan bibir pantai itu telah mencapai hampir 90 persen, dan pekerjaan pembersihan masih berlangsung sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
“Sampai hari ini, pembersihan masih berlangsung, namun kita tidak menemukan lagi jumbo bag, sekarang fokusnya pembersihan bebatuan ini saja,” kata Novri.

Banyak Mengaku Warga Tempatan
Di beberapa pemberitaan, banyak mengaku sebagai warga tempatan yang terdampak akibat pencemaran yang tidak disengaja itu.
“Kami warga di sini juga heran kalau baca beberapa di pemberitaan, yang mengaku warga di sini, terkadang namanya yang tertera dalam berita itu, tidak pernah kami dengar di sini,” ujar Novri

Baca Lainnya

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak bagi Masyarakat

7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Amsakar Achmad Respons Keluhan Warga Nongsa: BP Batam Percepat Pengerjaan Interkoneksi untuk Perkuat Suplai Air

6 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

6 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Batam