Menu ✖

Mode Gelap
SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat Sahabat Coffee CEO Hadir di Tanjungpinang, Wawako Ariza Dukung Pertumbuhan UMKM Audiensi MPIG Siput Gonggong, Lis Harap MPIG Perluas Peran, Kaji dan Lestarikan Biota Laut Kepri Pemko-BP KPBPB Perkuat Sinergi Akselerasi Investasi dan Pengembangan Kawasan FTZ Tanjungpinang WNI yang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri, Menko Polkam: Asal Pintar Gubernur Ansar Promosikan Pariwisata Kepri di Hadapan Himpunan Pramuwisata Indonesia

Batam

Pencurian Pasir di Bukit Tengkorak Nongsa Diduga Marak, Penindakan Hukum Lemah dan Lingkungan Terancam Rusak

badge-check


 Pencurian Pasir di Bukit Tengkorak Nongsa Diduga Marak, Penindakan Hukum Lemah dan Lingkungan Terancam Rusak Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Aktivitas dugaan pencurian pasir kembali mencuat di kawasan Bukit Tengkorak, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Praktik ilegal ini disinyalir berlangsung secara terbuka dan berulang, tapi hingga kini belum terlihat tindakan tegas dari aparat terkait.

Berdasarkan pantauan warga sekitar, sejumlah truk pengangkut pasir keluar-masuk kawasan bukit hampir setiap hari, terutama pada malam hingga dini hari.

Pasir yang diambil diduga berasal dari lereng bukit yang seharusnya dilindungi, mengingat kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis penting sebagai penahan air dan pencegah longsor.
“Bukit sudah mulai tergerus. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi bencana. Anehnya, aktivitas ini seperti dibiarkan begitu saja,” ujar salah seorang warga Nongsa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain merusak bentang alam, pengambilan pasir secara ilegal ini juga dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Pasir merupakan sumber daya alam yang pengelolaannya wajib mengantongi izin resmi serta menyumbang pendapatan melalui pajak dan retribusi.

Namun, hingga kini tidak ada papan informasi izin usaha maupun aktivitas resmi yang terlihat di lokasi. Aktivis lingkungan di Batam menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama maraknya pencurian pasir.

Mereka mendesak pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan menghentikan aktivitas yang merusak lingkungan tersebut.

“Jika tidak segera ditindak, ini bisa menjadi preseden buruk. Alam dirusak, hukum dilecehkan, dan masyarakat yang menanggung dampaknya,” tegas seorang pemerhati lingkungan.

Masyarakat berharap aparat tidak menutup mata dan segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berada di balik aktivitas pencurian pasir di Bukit Tenkorak Nongsa.

Penegakan hukum yang tegas dinilai penting agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas dan keadilan benar-benar ditegakkan

Baca Lainnya

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak bagi Masyarakat

7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Amsakar Achmad Respons Keluhan Warga Nongsa: BP Batam Percepat Pengerjaan Interkoneksi untuk Perkuat Suplai Air

6 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

6 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Batam