Askaranews.com. Jakarta-Memperingati Hari Pendidikan Internasional, Wakil Ketua Umum DPP HIMA KOSGORO 1957, *Yusuf Wicaksono*, mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global.
Dalam keterangan resminya, *Senin (5/10/2026)*, Yusuf mengatakan bahwa pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi merupakan instrumen strategis dalam membentuk karakter, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
> “Hari Pendidikan Internasional harus menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Negara harus memastikan setiap anak bangsa memperoleh akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, berkeadilan, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujar Yusuf.
Menurutnya, perkembangan teknologi, transformasi digital, serta perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut sistem pendidikan nasional untuk terus beradaptasi. Karena itu, penguatan literasi digital, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, karakter kebangsaan, dan kemampuan berkolaborasi harus menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan Indonesia.
Waketum Yusuf juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik. Guru dan dosen, kata dia, tidak boleh hanya diposisikan sebagai pelaksana teknis pendidikan, tetapi harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam membangun kualitas generasi masa depan.
> “Kita membutuhkan kebijakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi benar-benar menyentuh kualitas pembelajaran dan masa depan peserta didik. Guru harus mendapatkan dukungan, peningkatan kapasitas, serta ruang yang memadai untuk menjalankan tugas pendidikan secara profesional,” katanya.
Waketum DPP HIMA KOSGORO 1957 Yusuf turut mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan pendidikan. Mahasiswa dan pemuda, menurutnya, harus menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan gagasan, inovasi, serta gerakan nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan pendidikan di masyarakat.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan. Kita harus hadir sebagai bagian dari gerakan intelektual dan sosial untuk memastikan pendidikan Indonesia terus bergerak maju,” tegas Yusuf.
Ia berharap momentum Hari Pendidikan Internasional dapat menjadi pengingat bersama bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat sipil, dunia usaha, dan generasi muda perlu membangun kolaborasi yang kuat untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang semakin maju dan berkeadilan.
“Pendidikan adalah jalan menuju masa depan. Karena itu, membangun pendidikan hari ini berarti sedang membangun Indonesia untuk puluhan tahun yang akan datang,” pungkasnya.
Penulis: Yusuf Wicaksono
Editor : Redaksi


























