Menu ✖

Mode Gelap
Wako Lis dan Pimpinan DPRD Setujui Ranperda Cadangan Pangan Daerah Wako Lis Sampaikan Tanggapan atas Pencabutan dan Perubahan Tiga Peraturan Daerah Demi Keadilan Anggaran dan Pembangunan Fiskal, PP PMKRI minta RUU Kepulauan segera disahkan Pembinaan Berkelanjutan Kemendikdasmen Antarkan Talenta Muda Indonesia Berprestasi di IOAA 2026 BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat HKTI Gelar Wisata Kuliner dan Gerbang Pangan, Dorong Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

Nasional

Diduga Dipangkas Rp2.000, Setoran per Porsi MBG Jadi Sorotan Badan Gizi Nasional

badge-check


 Kepala BGN Sudaryono menyoroti laporan pungutan setoran kepada mitra MBG, yang dikhawatirkan berdampak pada kualitas makanan. Perbesar

Kepala BGN Sudaryono menyoroti laporan pungutan setoran kepada mitra MBG, yang dikhawatirkan berdampak pada kualitas makanan.

Askaranews.com. Praktik pungutan liar yang membayangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berada dalam pusaran sorotan tajam.

Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar adanya laporan indikasi pemicu penyimpangan berupa tarikan setoran yang dibebankan oleh oknum yayasan kepada pihak mitra penyedia makanan, sebuah temuan yang mengancam mutu gizi bagi para penerima manfaat.

Berdasarkan laporan yang diterima BGN, besaran potongan dana tersebut terbilang fantastis untuk skala produksi massal, yakni berkisar antara Rp1.500 hingga Rp2.000 untuk setiap porsi makanan yang disalurkan.

Potongan di tingkat basis ini dinilai merusak skema pembiayaan ideal yang dirancang pemerintah untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan bahwa pemangkasan anggaran secara sepihak tersebut langsung berdampak sistemik terhadap mutu hidangan.

Menurutnya, ketika margin operasional mitra digerus oleh pungutan tak resmi, risiko terbesar yang paling nyata adalah penurunan kualitas bahan baku, porsi, hingga nilai gizi pada menu yang disajikan.

“Ada mitra, dia dipotong Rp1.500, ada yang dipotong Rp2.000, bayangkan! Yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi,” tegas Sudaryono dalam keterangan resminya dikutip Sabtu, (3/10/2026).

Potongan biaya operasional yang dibebankan kepada mitra secara langsung menekan kalkulasi belanja bahan baku makanan.

Kondisi menakutkan ini memaksa penyedia jasa memutar otak dan berpotensi memangkas standar nutrisi maupun kesegaran komoditas pangan demi menutup celah kerugian akibat setoran ilegal tersebut.

Merespons persoalan kritis ini, BGN memastikan tidak akan tinggal diam dan berjanji akan mengidentifikasi serta menindaklanjuti setiap celah kebocoran.

Langkah perbaikan menyeluruh dan evaluasi berkesinambungan tengah digencarkan agar praktik pemotongan alokasi anggaran tidak kembali terulang dalam rantai distribusi program MBG di masa mendatang.

Selain itu, BGN mengimbau dan mendorong seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat pengelola, yayasan, hingga mitra penyedia di lapangan, untuk memegang teguh integritas serta transparansi pengelolaan anggaran.

Pengawasan berlapis dan ketat diakui menjadi kunci utama agar dana publik yang dialokasikan benar-benar terkonversi menjadi sajian bergizi tinggi yang utuh di piring para penerima manfaat.

Komitmen BGN dalam mengawal kebersihan tata kelola program MBG dipastikan bakal berjalan paralel dengan pembenahan sistemik di internal organisasi.

Seluruh laporan penyimpangan yang masuk, terutama yang berkaitan langsung dengan pemangkasan hak gizi masyarakat, ditegaskan bakal menjadi bahan evaluasi prioritas demi menjamin keberlanjutan program nasional ini. (Red)

Baca Lainnya

Demi Keadilan Anggaran dan Pembangunan Fiskal, PP PMKRI minta RUU Kepulauan segera disahkan

12 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Yunarto Soroti Perubahan Era Prabowo, Anggaran Infrastruktur Berbeda dari Zaman Jokowi

11 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamendes PDT RI Berikan Sambutan Selamat via Zoom

11 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Golkar Tetapkan Prabowo Subianto sebagai Capres 2029, Posisi Cawapres Belum Dibahas

9 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Desak Transparansi Program Makan Bergizi Gratis, Dugaan Keterkaitan PT Leuit Grup dan Yayasan Puspa Indah Perlu Ditelusuri

9 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Trending di Nasional