Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju” Wali Kota Lis Darmansyah Dorong Penguatan Identitas Produk Lokal dan Perlindungan Kekayaan Intelektual Wawako Raja Ariza: Pelayanan Publik Harus Lebih Mudah, Murah, dan Transparan Sekda Zulhidayat Apresiasi Wonderfood Kepri Fest yang Hidupkan Rimba Jaya

Tanjungpinang

Pawai Lampion Festival Mooncake Semarak, Sekda Zulhidayat: Simbol Keharmonisan dan Keberagaman Tanjungpinang

badge-check


 Pawai Lampion Festival Mooncake Semarak, Sekda Zulhidayat: Simbol Keharmonisan dan Keberagaman Tanjungpinang Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang-Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., melepas Pawai Lampion sempena Festival Mooncake (Festival Kue Bulan) 2026 di Jalan Teuku Umar, Kamis malam (24/9/2026).

Pawai yang diikuti ribuan peserta dari berbagai etnis, pelajar, komunitas, dan masyarakat Tionghoa tersebut menyusuri sejumlah ruas jalan dan berakhir di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama Festival Mooncake yang rutin digelar sebagai bagian dari wisata budaya Kota Tanjungpinang.

Dalam sambutannya, Sekda Zulhidayat menyampaikan bahwa Festival Mooncake tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Tanjungpinang yang mencerminkan keberagaman dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, kami menyambut gembira Festival Mooncake tahun ini. Tanjungpinang adalah kota yang majemuk. Melayu, Tionghoa, Jawa, Bugis, Minang, Batak dan berbagai etnis lainnya hidup berdampingan dengan rukun,” ujar Zulhidayat.

Menurutnya, kemeriahan pawai lampion menjadi gambaran semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Pawai lampion malam ini menjadi simbol cahaya kebersamaan, keharmonisan dan keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Tanjungpinang,” tambahnya.

Zulhidayat menegaskan, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendukung pelestarian budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Kawasan Kota Lama ini merupakan bagian dari warisan sejarah Kota Tanjungpinang. Melalui Festival Mooncake dan pawai lampion, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif. UMKM kuliner, termasuk kue bulan, kriya lampion dan berbagai produk lainnya turut mendapatkan ruang untuk berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan kegiatan budaya dan ekonomi kreatif tersebut sejalan dengan semangat Dekrafest Kepri yang baru saja dilaksanakan, khususnya dalam mendorong kreativitas pelaku ekonomi kreatif dan memperkuat daya tarik wisata daerah.

Pawai lampion berlangsung meriah. Peserta bergerak dari Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Bestari Mall, kemudian menyusuri Jalan Teratai, Jalan Bakar Batu, kawasan Apotek Garuda, Jalan Tambak, Jalan Mawar, hingga Jalan Temiang dan berakhir di area panggung utama kawasan Kota Lama Tanjungpinang.

Kehadiran ribuan peserta dan masyarakat di sepanjang rute pawai turut menambah kemeriahan Festival Mooncake 2026, sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga keberagaman dan kekayaan budaya Kota Tanjungpinang. (Red)

Baca Lainnya

Wali Kota Lis Darmansyah Dorong Penguatan Identitas Produk Lokal dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

26 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Wawako Raja Ariza: Pelayanan Publik Harus Lebih Mudah, Murah, dan Transparan

26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Sekda Zulhidayat Apresiasi Wonderfood Kepri Fest yang Hidupkan Rimba Jaya

26 Oktober 2026 - 09:57 WIB

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

25 Oktober 2026 - 18:07 WIB

HUT ke-1 KBMG Tanjungpinang, Weni Tekankan Solidaritas dan Tertib Berlalu Lintas

25 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Trending di Tanjungpinang