LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026 Gubernur Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN Diskominfo Tanjungpinang Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Syariah AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

Kepulauan Riau

Jelang Groundbreaking Museum Bahasa, Gubernur Ansar Ziarah ke Makam Raja Ali Haji

badge-check


 Sekdaprov Kepri, Misni berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Rabu (23/9/2026). Ziarah dilaksanakan jelang peletakan batu pertama pembanguan Museum dan Monumen Bahasa Pulau Penyengat yang akan dilaksanakan Kamis. Perbesar

Sekdaprov Kepri, Misni berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Rabu (23/9/2026). Ziarah dilaksanakan jelang peletakan batu pertama pembanguan Museum dan Monumen Bahasa Pulau Penyengat yang akan dilaksanakan Kamis.

Askaranews.com. Dompak-Jelang pelaksanaan groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Sekretaris Daerah Misni berziarah ke Makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Rabu (23/9) sore.

Sebelum berziarah, Gubernur Ansar bersama Sekdaprov Misni terlebih dahulu meninjau persiapan di Balai Adat Pulau Penyengat. Setelah itu, rombongan menuju Makam Engku Puteri untuk memanjatkan doa.

Gubernur kemudian melanjutkan ziarah ke Makam Raja Ali Haji. Di kedua makam tersebut, Gubernur bersama rombongan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah dan kebudayaan Melayu.

Bagi Gubernur Ansar, ziarah tersebut memiliki makna tersendiri, terlebih Pulau Penyengat memiliki hubungan kuat dengan perjalanan sejarah, bahasa dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau.

“Kita berziarah dulu, mendoakan para pendahulu kita. Mudah-mudahan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa ini juga mendapat keberkahan dan bisa menjadi warisan untuk generasi kita ke depan,” katanya.

Salah satu tokoh yang memiliki kaitan kuat dengan sejarah bahasa Melayu adalah Raja Ali Haji. Kiprah dan karya-karyanya menjadi bagian penting dari khazanah bahasa dan sastra Melayu yang berkembang di Pulau Penyengat.

Ziarah ke makam Raja Ali Haji sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para pendahulu yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah perkembangan bahasa sekaligus merawat warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.

Gubernur Ansar mengatakan, pembangunan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menjaga sejarah dan identitas kebahasaan Kepulauan Riau.

“Karena itu, kelancaran proses pembangunan membutuhkan persiapan yang terencana serta dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Ansar juga mengajak masyarakat Kepulauan Riau memberikan dukungan dan doa agar pembangunan Museum dan Monumen Bahasa dapat berjalan lancar.

“Dengan adanya dukungan masyarakat, kita harapkan proses pembangunannya berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” harapnya. (Red)

Baca Lainnya

RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030

24 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

24 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri

23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON

23 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri

23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Trending di Kepulauan Riau