Arus Balik HMI: Dari Kuadran Pasar Menuju Sosialisme Konstitusional Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

Batam

Waspada Godzilla El Nino! BMKG Batam Larang Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarang

badge-check


 Kebakaran lahan di Kota Batam, beberapa waktu yang lalu akibat cuaca panas. Cuaca Panas 33°C dan El Nino, BMKG Batam Keluarkan Peringatan Karhutla serta Larangan Bakar Lahan. Perbesar

Kebakaran lahan di Kota Batam, beberapa waktu yang lalu akibat cuaca panas. Cuaca Panas 33°C dan El Nino, BMKG Batam Keluarkan Peringatan Karhutla serta Larangan Bakar Lahan.

Askaranews.com. Batam-Udara di Kota Batam dan sekitarnya akhir-akhir ini terasa semakin terik dan gerah. Kondisi cuaca yang panas dan kering ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Batam meningkatkan kewaspadaan. Ancaman yang paling diwaspadai adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, BMKG Batam sudah mengeluarkan peringatan tentang fenomena iklim El Nino dengan intensitas kuat, yang sering disebut Godzilla El Nino, yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia tahun ini.

Akibatnya, curah hujan semakin minim dan tutupan awan sangat sedikit. Suhu udara di Batam perlahan merangkak naik hingga mencapai 33 derajat Celsius.

Kondisi ini tidak hanya berisiko menyusutkan cadangan air di waduk, tetapi juga meningkatkan potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan.

Menghadapi situasi ini, Kepala BMKG Kota Batam yang diwakili oleh Forecaster BMKG, Riska, menyampaikan imbauan serius. Ia mengatakan lingkungan yang mengering saat ini membutuhkan pengawasan ekstra dan langkah antisipasi dari semua elemen masyarakat.

“Cuaca yang lebih panas dan kering dari biasanya akan membuat vegetasi atau lahan gambut di beberapa wilayah Kepri lebih mudah terbakar jika dipicu oleh aktivitas manusia,” ujar Riska, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, lahan gambut dan semak belukar yang terus-menerus terpapar panas matahari kini telah berubah menjadi bahan bakar alami yang sangat rentan tersulut api. BMKG menegaskan, penyebab utama karhutla seringkali berawal dari kelalaian dan aktivitas manusia yang dianggap sepele.

Untuk mencegah meluasnya titik api yang bisa memicu kabut asap, BMKG mengeluarkan larangan tegas. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di ruang terbuka.

“Untuk himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan: tidak membuka pembakaran lahan dan jangan buang puntung rokok atau benda yang mudah terbakar di semak atau area kering,” tegas Riska memperjelas imbauannya.

Dengan kondisi cuaca yang diprediksi masih akan didominasi panas dan gerah, BMKG berharap masyarakat Kepri, khususnya Batam, bisa meningkatkan kepedulian bersama. Kesadaran kolektif untuk tidak membakar lahan dan menghemat penggunaan air bersih dinilai sebagai kunci utama agar Batam terhindar dari krisis lingkungan selama puncak kemarau berlangsung. (Red)

Baca Lainnya

Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

26 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Camat Sagulung Turun Langsung Gotong Royong, Bersihkan Jalan Alternatif di Perumahan Sentosa Perdana

25 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Amsakar Respons Keluhan Wali Murid, Penambahan Ruang Kelas SDN 013 Sekupang Jadi Prioritas

25 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

24 Oktober 2026 - 16:56 WIB

LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah

24 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Trending di Batam