Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Kepulauan Riau

BI Kepri: Ekonomi Kepulauan Riau Tahun 2026 Masih Berkinerja Positif

badge-check


 Seorang pekerja di proyek pemotongan baja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto menyampaikan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (Dokumen DISKOMINFO KEPRI/Ziqri) Perbesar

Seorang pekerja di proyek pemotongan baja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto menyampaikan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (Dokumen DISKOMINFO KEPRI/Ziqri)

Askaranews.com. Dompak-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menyampaikan bahwa perekonomian Kepulauan Riau hingga tahun 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif dengan didukung pertumbuhan investasi, sektor industri, serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami melihat fundamental ekonomi Kepulauan Riau masih cukup kuat. Investasi terus meningkat dan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rony dalam High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Senin (3/8/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa inflasi masih menjadi tantangan yang harus terus dikendalikan. Berdasarkan data terbaru, inflasi Kepulauan Riau telah menurun menjadi 4,24 persen, namun masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi tingginya inflasi di Kepulauan Riau adalah meningkatnya permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, khususnya di Kota Batam, yang dipengaruhi oleh tingginya kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami berharap melalui penguatan sinergi TPID, pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta berbagai program pengendalian inflasi lainnya, inflasi di Kepulauan Riau dapat terus menurun dan kembali berada pada sasaran nasional,” tutup Rony.

Sumber: MC Kepri
Editior  : Redaksi

Baca Lainnya

Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri

23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON

23 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri

23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

23 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

23 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Trending di Kepulauan Riau