Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026 Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

Kepulauan Riau

Kepri Siap Menjadi Beranda Investasi Indonesia, Gubernur Ansar Paparkan Potensi KPBPB di Metro TV

badge-check


 Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026). (Tangkap layar siaran Selamat Pagi Indonesia Metro TV) Perbesar

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026). (Tangkap layar siaran Selamat Pagi Indonesia Metro TV)

Askaranews.com. Kepri-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026), membahas pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus magnet investasi di wilayah perbatasan Indonesia.

Dalam dialog bertajuk “Tangan Dingin dalam Membangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Karimun di Perbatasan Indonesia”, Gubernur Ansar yang juga Ketua Dewan Kawasan KPBPB Bintan dan Karimun memaparkan berbagai strategi percepatan pengembangan kawasan, mulai dari penguatan iklim investasi, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga optimalisasi posisi strategis Kepri di jalur perdagangan dunia.

Ansar menegaskan KPBPB Bintan dan Karimun dirancang sebagai ekosistem pro-bisnis yang mampu menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“KPBPB Bintan dan Karimun kita siapkan sebagai kawasan yang ramah investasi, dengan berbagai kemudahan mulai dari insentif fiskal, percepatan perizinan, hingga dukungan infrastruktur yang memadai agar investor merasa nyaman dan yakin menanamkan modalnya di Kepri,” ujar Ansar.

Keunggulan utama kawasan ini terletak pada insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan layanan investasi melalui Badan Pengusahaan dan sistem OSS, serta dukungan kawasan industri, maritim, dan pariwisata yang terus berkembang.

Selain itu, posisi geografis Kepri di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, menjadi keunggulan strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kepulauan Riau berada di titik strategis jalur perdagangan global. Ini bukan sekadar keunggulan geografis, tetapi peluang ekonomi besar yang harus kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Ansar.

Dalam pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong kawasan ini menjadi hub logistik internasional yang mampu meningkatkan nilai investasi, arus barang dan penumpang, serta kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data terkini, realisasi investasi kawasan BBK menunjukkan tren positif, dengan total investasi mencapai 4,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,38 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terus tumbuh. Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena potensi Bintan dan Karimun masih sangat besar untuk dikembangkan,” kata Ansar.

Penguatan KPBPB juga didukung hadirnya berbagai regulasi nasional, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK, serta sejumlah kawasan strategis yang telah ditetapkan di Bintan dan Karimun.

Menurut Ansar, keberhasilan pengembangan KPBPB sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kunci keberhasilan kawasan ini adalah kolaborasi. Jika pemerintah pusat, daerah, badan pengusahaan dan seluruh stakeholder bergerak dalam satu visi, saya yakin Bintan dan Karimun akan menjadi kawasan investasi kelas dunia,” tegasnya.

Ansar juga menekankan bahwa pembangunan KPBPB bukan hanya untuk Kepulauan Riau, tetapi bagian dari penguatan daya saing Indonesia di kawasan regional dan global.

“Kepri adalah beranda depan Indonesia. Apa yang kita bangun di sini bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara,” tutup Ansar.

Baca Lainnya

Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri

31 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Akuntan Perkuat Kesiapan Hadapi Era Pelaporan Keberlanjutan Global

31 Oktober 2026 - 16:40 WIB

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 07:29 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

29 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Trending di Kepulauan Riau