Menu

Mode Gelap
Vietnam Juara Piala AFF U-17 di Kandang Indonesia Tindaklanjuti IP4T, Pemko Matangkan Rencana Pembangunan RSUD Weni Lis Darmansyah, Kembali Lanjutkan Kepemimpinan DPW LASQI Provinsi Kepri Berapa lama Iran bertahan menghadapi blokade Hormuz dan berapa lama lagi AS bisa bertahan? Kepri Siap Menjadi Beranda Investasi Indonesia, Gubernur Ansar Paparkan Potensi KPBPB di Metro TV Wagub Nyanyang Hadiri Halalbihalal IKPKR Jawa Barat, Pererat Silaturahmi Warga Kepri di Perantauan

Kepri

Kepri Siap Menjadi Beranda Investasi Indonesia, Gubernur Ansar Paparkan Potensi KPBPB di Metro TV

badge-check


					Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026). (Tangkap layar siaran Selamat Pagi Indonesia Metro TV) Perbesar

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026). (Tangkap layar siaran Selamat Pagi Indonesia Metro TV)

Askaranews.com. Kepri-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (24/4/2026), membahas pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus magnet investasi di wilayah perbatasan Indonesia.

Dalam dialog bertajuk “Tangan Dingin dalam Membangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Karimun di Perbatasan Indonesia”, Gubernur Ansar yang juga Ketua Dewan Kawasan KPBPB Bintan dan Karimun memaparkan berbagai strategi percepatan pengembangan kawasan, mulai dari penguatan iklim investasi, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga optimalisasi posisi strategis Kepri di jalur perdagangan dunia.

Ansar menegaskan KPBPB Bintan dan Karimun dirancang sebagai ekosistem pro-bisnis yang mampu menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“KPBPB Bintan dan Karimun kita siapkan sebagai kawasan yang ramah investasi, dengan berbagai kemudahan mulai dari insentif fiskal, percepatan perizinan, hingga dukungan infrastruktur yang memadai agar investor merasa nyaman dan yakin menanamkan modalnya di Kepri,” ujar Ansar.

Keunggulan utama kawasan ini terletak pada insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan layanan investasi melalui Badan Pengusahaan dan sistem OSS, serta dukungan kawasan industri, maritim, dan pariwisata yang terus berkembang.

Selain itu, posisi geografis Kepri di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, menjadi keunggulan strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kepulauan Riau berada di titik strategis jalur perdagangan global. Ini bukan sekadar keunggulan geografis, tetapi peluang ekonomi besar yang harus kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Ansar.

Dalam pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong kawasan ini menjadi hub logistik internasional yang mampu meningkatkan nilai investasi, arus barang dan penumpang, serta kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data terkini, realisasi investasi kawasan BBK menunjukkan tren positif, dengan total investasi mencapai 4,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,38 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terus tumbuh. Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena potensi Bintan dan Karimun masih sangat besar untuk dikembangkan,” kata Ansar.

Penguatan KPBPB juga didukung hadirnya berbagai regulasi nasional, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK, serta sejumlah kawasan strategis yang telah ditetapkan di Bintan dan Karimun.

Menurut Ansar, keberhasilan pengembangan KPBPB sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kunci keberhasilan kawasan ini adalah kolaborasi. Jika pemerintah pusat, daerah, badan pengusahaan dan seluruh stakeholder bergerak dalam satu visi, saya yakin Bintan dan Karimun akan menjadi kawasan investasi kelas dunia,” tegasnya.

Ansar juga menekankan bahwa pembangunan KPBPB bukan hanya untuk Kepulauan Riau, tetapi bagian dari penguatan daya saing Indonesia di kawasan regional dan global.

“Kepri adalah beranda depan Indonesia. Apa yang kita bangun di sini bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara,” tutup Ansar.

Baca Lainnya

Wagub Nyanyang Hadiri Halalbihalal IKPKR Jawa Barat, Pererat Silaturahmi Warga Kepri di Perantauan

25 April 2026 - 10:15 WIB

Gubernur Ansar Sabet Dua Penghargaan Nasional Bergengsi, Kepri Ukir Standar Baru Pembangunan Kepulauan

24 April 2026 - 18:41 WIB

Gubernur Ansar Sabet Dua Penghargaan Nasional Bergengsi, Kepri Ukir Standar Baru Pembangunan Kepulauan

24 April 2026 - 18:30 WIB

Wagub Nyanyang Buka Karate Open 2026, Diikuti Karateka Indonesia, Malaysia dan Singapura

24 April 2026 - 18:21 WIB

Wagub Nyanyang Tekankan Pentingnya Penguatan Keamanan Maritim

23 April 2026 - 18:44 WIB

Trending di Batam