Menu

Mode Gelap
MEG Dorong Kolaborasi Lingkungan dan UMKM dalam Peringatan Hari Bumi 2026 di Rempang Batam Jadi Kunci, Tanjungpinang dan Bintan Didorong Berkolaborasi Perkuat Pariwisata Kepri Bupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI JCH Bintan Mulai Berangkat Hari Ini, Pesan Wabup Bintan, Deby Maryanti Agar Jamaah Dapat Saling Jaga dan Kompak Gema Batam ASRI Peringati Hari Bumi, 600 Personel Dikerahkan Aksi Li Claudia Dampingi Siswa Menyeberang, ZoSS SDN 001 Batam Kota Dimanfaatkan

Kepri

Musrenbang Kepri 2026: Sinkronisasi Pusat-Daerah Digeber, Arah Pembangunan Makin Tajam

badge-check


					Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wagub Nyanyang Haris Pratamura dalam kegiatan Musrenbang Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (6/4/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI) Perbesar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wagub Nyanyang Haris Pratamura dalam kegiatan Musrenbang Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (6/4/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

AskaraNews.Com. Tanjungpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (6/4/2026). Forum strategis ini menjadi ajang penyelarasan program pusat dan daerah sekaligus merumuskan arah pembangunan Kepri ke depan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Pembangunan harus berkelanjutan, terintegrasi, dan tepat sasaran. Ini bukan sekadar perencanaan di atas kertas, tapi arah nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam paparannya, Ansar membeberkan sejumlah prioritas pembangunan. Di sektor pendidikan, Pemprov Kepri akan memperluas beasiswa, memperkuat pendidikan vokasi, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Sementara di bidang kesehatan, peningkatan fasilitas rumah sakit, jaminan kesehatan daerah, hingga program beasiswa kedokteran terus didorong.

Pada sektor ekonomi, perhatian diarahkan pada penguatan UMKM, dukungan bagi nelayan dan petani, serta kelanjutan program subsidi bunga nol persen. Sedangkan di bidang infrastruktur, fokus utama meliputi konektivitas antarwilayah, program listrik desa “Kepri Terang”, hingga penyediaan air bersih.

Tak hanya itu, perlindungan sosial juga menjadi perhatian, mulai dari jaminan ketenagakerjaan hingga insentif bagi perangkat desa dan kader masyarakat.

Ansar juga memaparkan capaian pembangunan yang cukup menggembirakan. Angka stunting di Kepri berhasil ditekan menjadi 15 persen, sementara cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 98,43 persen, mengantarkan Kepri meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) kategori Pratama.

Di sisi lain, pelestarian budaya tetap menjadi prioritas, salah satunya melalui revitalisasi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah bahasa Melayu, termasuk rencana pembangunan museum dan monumen bahasa nasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang menyampaikan arahan secara virtual, mengapresiasi capaian Kepri yang dinilai impresif di tingkat nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2025 mencapai 7,89 persen dengan inflasi terkendali di angka 3,54 persen. Bahkan, Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat pertumbuhan fantastis hingga 17,36 persen.

“Ini capaian yang luar biasa. Tapi tantangan ke depan juga tidak ringan, mulai dari tekanan global hingga potensi kenaikan harga energi,” ujarnya.

Bima menekankan pentingnya konsistensi visi pembangunan, kemandirian ekonomi, kepemimpinan yang kuat, serta kolaborasi dan inovasi sebagai kunci menuju daerah maju.

Ia juga mengingatkan agar Musrenbang tidak menjadi agenda formalitas semata, melainkan benar-benar menyerap aspirasi masyarakat dan menghadirkan solusi konkret.

Selain itu, program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi sorotan. Pemerintah daerah diminta memastikan tata kelola program berjalan optimal, mulai dari rantai pasok hingga distribusi kepada masyarakat.

Di akhir kegiatan, Pemprov Kepri menyerahkan penghargaan kepada kabupaten/kota atas capaian Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) sebagai bentuk apresiasi kinerja pengelolaan keuangan.

Musrenbang ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pemerintah pusat, DPRD, kepala daerah se-Kepri, hingga tokoh masyarakat—menandai kuatnya kolaborasi dalam mendorong pembangunan Kepri yang lebih maju dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Potongan Gaji Tanpa Dasar, Integritas Internal Polda Kepri Dipertanyakan”

20 April 2026 - 12:41 WIB

Pulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan 

20 April 2026 - 11:41 WIB

Halalbihalal bersama Keluarga Besar Kepri di Jabodetabek, Gubernur Ansar Paparkan Progres Pembangunan, Dari Infrastruktur hingga Peningkatan Ekonomi Masyarakat

20 April 2026 - 11:16 WIB

Buntut Kematian Bripda NS, 4 Polisi Muda Diberhentikan!

18 April 2026 - 06:15 WIB

Disdik Kepri Perkuat Komitmen SPMB 2026/2027, Tekankan Transparansi dan Layanan Inovatif

17 April 2026 - 11:35 WIB

Trending di Kepri