AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Uncategorized

Trump Koar-koar Ingin Sudahi Perang Iran, Ternyata Begini Buktinya, Cuma Prank?

badge-check


 Trump Koar-koar Ingin Sudahi Perang Iran, Ternyata Begini Buktinya, Cuma Prank? Perbesar

AskaraNews.Com. Washington – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan ingin mengakhiri perang dengan Iran ternyata hanya isapan jempol belaka alias cuma retorika, pasalnya Menteri Perang AS Pete Hegseth baru-baru ini melontarkan ancaman kontroversial yang mengguncang publik.
Ia dengan tegas menyatakan akan membom Iran kembali ke zaman batu, sebuah pernyataan yang bertolak belakang dengan keinginan damai yang sebelumnya dikumandangkan Trump.
Sontak pernyataan tersebut langsung menuai respons sengit dari panglima tertinggi angkatan udara Korps Garda Revolusi Islam.
Komandan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Sayyid Majid Mousavi, tidak tinggal diam dan dengan tegas membalik ancaman tersebut.
Hollywood telah meracuni pikiranmu, ujar Mousavi.
Ia kemudian melontarkan pernyataan yang menjadi pusat perhatian dunia bahwa satu-satunya yang bisa kau bawa adalah prajuritmu ke kuburan.
Ancaman kontroversial ini pertama kali muncul dari akun media sosial Pete Hegseth di platform X.
Dalam unggahannya, Menteri Perang AS yang baru dilantik itu hanya menuliskan kalimat singkat namun bernada perang: kembali ke zaman batu.
Unggahan itu tidak muncul dalam ruang hampa karena ancaman tersebut semakin menguat setelah Presiden Donald Trump dalam pidato primetime-nya di Gedung Putih secara eksplisit mengancam akan membom Iran kembali ke zaman batu.
Trump juga menargetkan infrastruktur sipil Iran termasuk pembangkit listrik dan fasilitas minyak sebagai sasaran serangan.
Bahkan Trump memberikan tenggat waktu yang tegas bahwa Amerika akan menghantam mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan.
Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu ke tempat mereka berada, tegas Trump dalam pidatonya.
Menanggapi ancaman tersebut, Brigadir Jenderal Sayyid Majid Mousavi langsung mengirimkan cuitan balasan di X.
Kau-lah yang membawa prajuritmu ke kuburan, bukan Iran yang ingin kau seret kembali ke Zaman Batu, tulis Mousavi.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika perang biasa karena Mousavi menyentuh perbedaan mendasar antara kedua negara.
Ilusi Hollywood telah begitu meracuni pikiranmu sehingga dengan sejarahmu yang hanya 250 tahun kau mengancam peradaban yang berusia lebih dari 6.000 tahun, tambah Mousavi.
Sindiran tentang ilusi Hollywood menjadi kritik pedas bahwa para pembuat kebijakan AS telah terpengaruh oleh narasi film-film fiksi ilmiah.
Tidak hanya komandan militer, pernyataan keras juga datang dari perwakilan diplomatik Iran melalui Kedutaan Besar Iran di India.
Kami tidak akan digiring kembali ke Zaman Batu oleh pemboman kalian karena kami adalah bangsa dengan peradaban 7.000 tahun, tulis akun resmi Kedutaan Besar Iran di India.
Mereka juga membalikkan tuduhan dengan narasi bahwa kamulah yang telah membawa pembunuhan anak-anak dan kejahatan terhadap kemanusiaan dari Zaman Batu ke dunia modern.
Pernyataan ini merujuk pada berbagai serangan AS dan Israel yang dilaporkan menewaskan warga sipil, termasuk insiden pengeboman sekolah dasar Minab pada 28 Februari yang menewaskan 168 anak-anak.
Data terbaru menunjukkan bahwa AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Jembatan B1 yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj.
Serangan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai 95 lainnya.
Dengan fakta di lapangan yang menunjukkan eskalasi而不是 penurunan intensitas perang, publik mulai mempertanyakan keseriusan Trump dalam mewujudkan janji mengakhiri konflik

Baca Lainnya

Ketum Generasi Merdeka Alya Cahya Salurkan Bantuan ke Pesantren Karawang di Tengah Dinamika Politik Nasional

10 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Vietnam Di Ambang Juara Aff 2026 Malam Ini, Peluang Balas Dendam Dan Misi Juara Perdana Timnas Indonesia Di Fifa Asean Cup 2026

26 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Wanita Terjun Dari Jembatan 1 Barelang TIM SAR Lakukan Pencarian

24 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Perkuat Ketahanan Air Baku, BP Batam Gandeng Mc Dermott Tanam 400 Bambu Betung di Bendungan Sei Nongsa

8 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Hadir di Demo Masak Belakang Padang, PLN Promosikan Diskon Tambah Daya “Juni Elok Berenergi”

26 Juni 2026 - 05:40 WIB

Trending di Uncategorized