Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Batam

Ratusan Warga Demo PT Yin Baa Steel, Tuntut Kejelasan Hak Pekerja yang Meninggal

badge-check


 Ratusan Warga Demo PT Yin Baa Steel, Tuntut Kejelasan Hak Pekerja yang Meninggal Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Ratusan warga menggelar aksi demonstrasi di depan PT Yin Baa Steel, kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Rabu (1/4/2026). Aksi ini dipicu oleh kematian seorang petugas keamanan berinisial AR (59), yang hingga kini disebut belum mendapatkan kejelasan terkait hak-haknya.

Korban diketahui meninggal dunia pada 7 Februari 2026 saat bertugas di depan area perusahaan, tepatnya di kawasan Industri Sempurna Wahyu Metalindo, Jalan Brigjen Katamso. Pihak keluarga menilai perusahaan belum memenuhi kewajiban terhadap korban.

Sebelum bergerak ke lokasi, massa aksi yang berasal dari komunitas Alor Fukalang di Batam terlebih dahulu berkumpul di kawasan Sei Binti, Kelurahan Tanjung Uncang. Sekitar 200 orang terlibat dalam aksi tersebut, terdiri dari keluarga korban, pemuda, hingga ibu-ibu.

Massa membawa berbagai perlengkapan aksi, seperti sound system, genset, serta spanduk dan pamflet berisi tuntutan. Mereka mendesak pihak perusahaan untuk memberikan kejelasan terkait hak-hak korban, termasuk status ketenagakerjaan dan jaminan sosial.

Aparat kepolisian dari Polresta Barelang turut dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Sekitar 75 personel dan lima unit kendaraan disiagakan di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi sempat memanas ketika massa mencoba menerobos pagar pembatas di gerbang perusahaan. Namun, aparat berhasil mengendalikan kondisi sehingga tidak terjadi bentrokan lebih lanjut.

Dalam orasinya, Koordinator aksi yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMIT) Kota Batam, Andre Sena, menegaskan bahwa pihaknya menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas kematian korban.

Ia juga menyoroti dugaan ketidakjelasan status ketenagakerjaan serta jaminan sosial pekerja di perusahaan tersebut.

Baca Lainnya

Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

23 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Bumerang bagi Batam

21 Oktober 2026 - 13:51 WIB

BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3

21 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BP Batam Gelar Coaching Clinic, Kawal Kelengkapan Perizinan OSS Pelaku Usaha

21 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Amsakar Paparkan Strategi PAD dan Program Prioritas Batam kepada Pemkab Brebes

20 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Trending di Batam