EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026 Gubernur Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Nasional

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

badge-check


 Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Perbesar

AskaraNews.com,Jakarata-Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan awal bulan Syawal 1447 H. Berdasarkan perhitungan kalender terbaru, umat Islam warga Muhammadiyah akan merayakan Idulfitri pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Penetapan ini bukan tanpa alasan. Dalam website resminya, Muhammadiyah menjelaskan, hal ini merujuk pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berbeda dengan metode sebelumnya, KHGT memandang bumi sebagai satu kesatuan. Artinya, jika syarat astronomis terpenuhi di satu titik di bumi, maka awal bulan berlaku serentak di seluruh dunia.

Mengenal Kriteria KHGT: Satu Bumi, Satu Kalender
Sistem KHGT dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara internasional. Dengan pendekatan ini, awal bulan tidak lagi dibatasi oleh sekat wilayah negara atau penampakan lokal (rukyat lokal).

Ada tiga kriteria utama yang menjadi acuan dalam sistem ini:
Satu Matlak: Seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan sehingga bulan baru dimulai bersamaan.

Parameter Elongasi & Tinggi Hilal: Bulan baru dimulai jika sebelum pukul 24.00 UTC, di mana pun di dunia, telah terpenuhi elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Syarat Tambahan: Jika kriteria baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, bulan baru tetap dimulai dengan syarat parameter terjadi di daratan Benua Amerika dan ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.

Analisis Data Astronomis Syawal 1447 H
Berdasarkan data perhitungan tim Tarjih, parameter untuk bulan Syawal tahun ini telah terpenuhi sepenuhnya. Ijtimak dilaporkan terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Posisi bulan setelah ijtimak terus bergerak menjauhi matahari hingga mencapai titik visibilitas yang disyaratkan. Lokasi pertama yang memenuhi kriteria ini berada di koordinat 64° 59′ 57.47″ LU, 42° 3′ 3.47″ BT.

Di lokasi tersebut, saat matahari terbenam pukul 15:24:03 UTC, tinggi bulan sudah mencapai 6,49 derajat dengan elongasi 8 derajat.

Kondisi Hilal di Makkah dan Selandia Baru
Data pendukung juga terlihat kuat di wilayah lain. Di Makkah, Arab Saudi, pada 19 Maret 2026, matahari terbenam pukul 15:34:04 UTC.

“Pada saat itu tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik 08° 05′ 24″. Nilai ini melampaui batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria kalender global,” tulis keterangan tersebut.

Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru tercatat pukul 16:50:02 UTC. Seluruh data ini memastikan bahwa parameter KHGT telah terpenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,” terangnya.

Penetapan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam menggunakan sistem kalender global yang menyatukan umat Islam di seluruh dunia dalam satu sistem penanggalan.

Baca Lainnya

EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat

24 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional

24 Oktober 2026 - 11:04 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 05:32 WIB

PB PII Desak Presiden Evaluasi Total Menteri Kehutanan: Karhutla Terus Meluas, Pelajar Ikut Menanggung Dampaknya

20 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Sekjen PP KMHDI Ingatkan Pemerintah Cegah Penguasaan Lahan Bekas Kebakaran oleh Oligarki

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Trending di Nasional