Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Nasional

Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi

badge-check


 Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi Perbesar

AskaraNews.com,Washington DC-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa sebanyak 8.000 personel Indonesia yang akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) tidak akan menjalankan operasi militer ofensif. Ia memastikan pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun agenda demiliterisasi di wilayah penugasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington D.C. Ia menekankan bahwa partisipasi Indonesia semata-mata didasarkan pada mandat internasional yang berorientasi pada stabilisasi dan perlindungan masyarakat sipil.

Menurutnya, keberadaan pasukan Indonesia di Jalur Gaza difokuskan pada misi penjagaan perdamaian. Tugas utama yang diemban adalah memastikan situasi tetap kondusif serta membantu menjamin keselamatan warga sipil di tengah kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Sugiono juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batasan khusus atau national caveat bagi personel Tentara Nasional Indonesia yang terlibat. Dengan ketentuan tersebut, prajurit Indonesia tidak diperkenankan melakukan tindakan tempur agresif di luar mandat perlindungan dan stabilisasi.

Selain menjalankan fungsi pengamanan, pasukan Indonesia akan berperan dalam mendukung upaya kemanusiaan serta koordinasi perlindungan warga sipil dari berbagai pihak. Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan ini tidak memiliki kaitan dengan perubahan sikap politik luar negeri Indonesia terhadap Israel.

Lebih lanjut, Indonesia juga memperoleh posisi strategis dalam struktur komando ISF, termasuk penunjukan perwakilan pada jajaran pimpinan operasional. Pemerintah memandang kepercayaan tersebut sebagai pengakuan atas profesionalisme dan pengalaman panjang Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian internasional.

Baca Lainnya

EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat

24 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional

24 Oktober 2026 - 11:04 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 05:32 WIB

PB PII Desak Presiden Evaluasi Total Menteri Kehutanan: Karhutla Terus Meluas, Pelajar Ikut Menanggung Dampaknya

20 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Sekjen PP KMHDI Ingatkan Pemerintah Cegah Penguasaan Lahan Bekas Kebakaran oleh Oligarki

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Trending di Nasional