Menu ✖

Mode Gelap
Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming

Batam

Cut and Fill di Komplek Perumahan Mewah Emirates Tiban Debu Bertebaran Ancam Kesehatan Warga Sekitar

badge-check


 Cut and Fill di Komplek Perumahan Mewah Emirates Tiban Debu Bertebaran Ancam Kesehatan Warga Sekitar Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Slogan “Hunian Impian” yang diusung proyek perumahan Emirates Tiban di jantung Kecamatan Sekupang kini terasa hambar bagi ribuan warga yang bermukim di sekitarnya.

Alih-alih menghadirkan kenyamanan, aktivitas pemangkasan bukit (cut and fill) di lokasi tersebut justru berubah menjadi teror lingkungan yang menghantui kesehatan dan keselamatan jiwa.

minggu (16/2/2026), suasana di sekitar proyek tampak mencekam oleh kepulan debu cokelat pekat. Iring-iringan truk pengangkut tanah yang melintas nyaris tanpa henti telah mengubah wajah aspal menjadi jalur berdebu yang menyesakkan.

*Darurat Pernapasan: “Anak Kami Taruhannya” *

Polusi debu bukan lagi sekadar gangguan estetika, melainkan ancaman medis yang nyata. Warga melaporkan peningkatan kasus sesak napas, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

”Debu ini menyiksa kami dari pagi sampai malam. Setiap hari kami harus membersihkan lantai berkali-kali, tapi tetap saja napas terasa berat. Anak-anak mulai batuk-batuk. Apakah demi membangun rumah orang kaya, kesehatan kami harus dikorbankan?” ujar seorang ibu rumah tangga dengan nada geram dan mata berkaca-kaca.

Bom Waktu di Lereng Bukit

Selain polusi udara, ancaman bencana geologis kini berada di depan mata. Pantauan di lokasi menunjukkan lereng bukit yang telah dikupas habis hingga menyisakan tanah terbuka tanpa dinding penahan (retaining wall).

Kondisi ini memicu trauma kolektif warga terhadap insiden proyek Bukit Vista yang sebelumnya dipaksa berhenti total oleh Kementerian PUPR. Warga khawatir, curah hujan tinggi yang kerap mengguyur Batam akan mengubah bukit yang “telanjang” itu menjadi aliran lumpur dan longsoran tanah yang siap mengubur pemukiman di bawahnya.

T*eka-Teki Perizinan dan Ketegasan Pemerintah*

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebenarnya telah mematok aturan main yang jelas. Setiap pengembang wajib mengantongi izin ketat melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG), lengkap dengan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) serta dokumen lingkungan UPL-UKL.

Namun, hingga detik ini, transparansi dokumen lingkungan proyek Emirates Tiban masih menjadi misteri. Belum ada papan informasi yang secara gamblang menunjukkan bahwa proyek ini telah memenuhi standar mitigasi bencana yang dipersyaratkan.
Mendesak Segel: Sebelum Jatuh Korban

Warga kini tak lagi bisa berkompromi. Mereka menuntut bukti nyata dari otoritas terkait—baik BP Batam maupun Dinas Lingkungan Hidup—untuk segera turun ke lapangan.

”Kami tidak butuh janji, kami butuh aksi. Segel aktivitas yang menyalahi aturan sekarang juga! Jangan tunggu tanah longsor menjemput maut kami baru pemerintah sibuk mengurus santunan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Baca Lainnya

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 06:52 WIB

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini.

25 September 2026 - 06:04 WIB

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

25 September 2026 - 03:02 WIB

LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun

24 September 2026 - 12:42 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2028

24 September 2026 - 09:06 WIB

Trending di Batam