Askaranews.com. Batam-Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Hukum dan HAM, Dedy Wahyudi Hasibuan, bersama Muryadi Aguspriawan, mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Riau Kepulauan (Unrika), dan sejumlah mahasiswa Kota Batam melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Senin (19/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, meliputi ketahanan energi, investasi pusat data, infrastruktur, pelayanan publik, serta tantangan geopolitik dan ekonomi global. Para mahasiswa turut mengapresiasi kinerja dan komitmen Li Claudia dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan daya saing Batam.
Dalam kesempatan itu, Li Claudia menegaskan komitmennya menjadikan Batam sebagai rumah bersama yang aman, nyaman, dan sejahtera. Menurutnya, kemajuan Indonesia harus dimulai dari kemajuan daerah melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Dedy Wahyudi Hasibuan menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap berbagai persoalan daerah, termasuk investigasi blackout, serta penguatan stabilitas sosial dan ekonomi.
“Batam merupakan kawasan strategis nasional yang harus kita jaga bersama. Setiap persoalan harus diselesaikan secara objektif, bukan menjadi ruang provokasi. Semangat warga jaga warga perlu diperkuat agar Batam tetap kondusif, investasi berkembang, dan masyarakat sejahtera,” ujar Dedy.
Dedy juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif dan menyesatkan yang berpotensi memperkeruh situasi serta melemahkan kepercayaan publik.
Di sisi lain, Muryadi Aguspriawan bersama mahasiswa Kota Batam menyampaikan sejumlah rekomendasi kebijakan melalui kajian policy brief sekaligus menegaskan komitmen untuk mengawal pembangunan daerah.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengkritik, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menawarkan solusi. Kami berkomitmen mengawal pembangunan agar pertumbuhan investasi selaras dengan kepentingan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan warga,” kata Muryadi.
Audiensi tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas serta mewujudkan Batam yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. (Red)


























